Bank Emas Nasional Dinilai Mampu Perkuat Stabilitas Ekonomi Indonesia

Selasa, 21 Juli 2026 | 20:15:01 WIB
Indef Nilai Keberadaan Bank Emas Perkuat Stabilitas Ekonomi RI [FOTO: NET].

JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memandang bahwa kehadiran bank emas atau bullion bank di tingkat nasional berpotensi mendatangkan faedah yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, terkhusus dalam hal mengokohkan stabilitas makroekonomi.

Berdasarkan pandangan Tauhid, sewaktu dihubungi dari Jakarta pada hari Selasa, pengelolaan aset emas nasional yang saat ini telah menyentuh angka 153 ton merepresentasikan langkah progresif guna memaksimalkan kekayaan emas dalam negeri sekaligus mendongkrak tingkat keyakinan publik terhadap instrumen penanaman modal berwujud emas.

Ia memaparkan bahwa akumulasi cadangan emas yang semakin kuat diyakini mampu memberikan imbas positif terhadap ketahanan ekonomi, mengingat kepemilikan cadangan emas yang masif akan bertindak sebagai perisai pelindung manakala terjadi turbulensi ekonomi global maupun dinamika fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

“Untuk berjaga-jaga dampak ekonomi ketika katakanlah kalau di satu negara emasnya semakin banyak, maka memperkuat stabilitas ekonomi," katanya.

Tauhid turut mengimbuhkan bahwa berbagai negara maju semisal Jerman, Republik Rakyat Tiongkok, serta Jepang telah lama mengandalkan kepemilikan cadangan emas dalam jumlah besar sebagai komponen krusial dari strategi pertahanan ekonomi mereka.

Oleh sebab itu, ia menyatakan telah lama mendorong agar optimalisasi tata kelola serta utilisasi emas nasional dapat disalurkan melalui mekanisme bank emas.

Lebih lanjut, ia juga mengutarakan bahwa selama ini komoditas emas senantiasa menjadi salah satu instrumen investasi favorit pilihan masyarakat karena karakteristik harganya yang cenderung lebih stabil ketimbang instrumen finansial lainnya.

Tauhid menilai bahwa manajemen pengelolaan emas lewat institusi bank emas turut membentangkan peluang luas bagi pengembangan beragam instrumen keuangan berbasis emas di kemudian hari.

Dengan begitu, fungsi emas ke depannya tidak lagi terbatas sekadar sebagai aset lindung nilai atau investasi semata, melainkan dapat diintegrasikan untuk menopang penguatan sektor pendalaman keuangan nasional.

"Sebagai jaminan pembiayaan, instrumen keuangan, ataupun yang lain," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat melontarkan apresiasi terhadap kinerja layanan bank emas nasional atau bullion bank yang sukses mengelola kepemilikan 153 ton emas dengan taksiran nilai mencapai 20 miliar dolar AS sejak resmi beroperasi pada tahun 2025 lalu.

Dalam pemaparannya saat memberikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna yang bertempat di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin (20/7), Kepala Negara menyampaikan bahwa terdapat banyak capaian gemilang yang berhasil diukir selama kurun waktu 20 bulan kepemimpinan pemerintahannya, termasuk di antaranya peresmian layanan bank emas yang pengelolaannya dipercayakan kepada PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," kata Prabowo.

Terkini