BI Riau Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Siapkan Rp8 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:49:01 WIB
BI Riau Siapkan Rp8 Miliar Uang Layak Edar untuk Wilayah 3T [FOTO: NET].

JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau kembali meneguhkan komitmennya dalam menjamin ketersediaan pasokan uang rupiah yang layak edar bagi warga masyarakat yang berdomisili di kawasan terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui perhelatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

Melalui skema sinergi kerja sama strategis bersama jajaran TNI Angkatan Laut, pihak BI Riau menyiapkan total alokasi uang layak edar senilai Rp8 miliar guna didistribusikan langsung kepada masyarakat yang menghuni sejumlah kepulauan di Provinsi Riau.

Agenda pelayaran ekspedisi tersebut dijadwalkan berlangsung selama kurun waktu sepekan penuh pada 21–27 Juli 2026.

Seremoni pelepasan keberangkatan Tim ERB 2026 dipimpin secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dengan didampingi oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Panji Achmad, bertempat di halaman kompleks Kantor Perwakilan BI Riau pada hari Senin (20/7/2026).

 Sebelum armada berlayar, prosesi adat tepuk tepung tawar dilaksanakan sebagai bentuk panjatan doa serta harapan agar seluruh rangkaian misi ekspedisi dapat terlaksana dengan aman dan lancar.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Panji Achmad, mengemukakan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) merupakan wujud ikhtiar nyata untuk memenuhi hak kebutuhan pasokan uang rupiah dalam kondisi layak edar—khususnya pecahan lembaran uang kecil—bagi warga di kawasan 3T.

“ERB pertama kali dilaksanakan pada 2019 dan masih terus berlanjut hingga saat ini. Dengan mengusung tema ‘Laksamana Raja di Laut’, Tim ERB 2026 nantinya akan berlayar menggunakan KRI Lepuh. Rencananya ada sebanyak Rp8 miliar uang layak edar yang disiapkan BI Riau,” ujar Panji.

Adapun daftar wilayah kepulauan yang menjadi target sasaran utama dalam rute ekspedisi pada tahun ini mencakup kawasan Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Mendol, wilayah Sungai Guntung, hingga Pulau Tebing Tinggi.

BACA JUGA Cara Tukar Uang Rusak dengan Uang Baru di Bank Indonesia, dan Syaratnya Beda dengan Purbaya, Bank Indonesia Sebut Likuiditas Perbankan Memadai

Komposisi keanggotaan Tim ERB 2026 ini diperkuat oleh perwakilan personel dari Kantor Perwakilan BI Riau, KPw BI Kepulauan Riau, KPw BI Lhokseumawe, KPw BI Sulawesi Tengah, KPw BI Lampung, KPw BI Pematangsiantar, serta unsur tim dokumentasi.

Di samping menjalankan misi utama memastikan ketersediaan pasokan uang layak edar, rangkaian agenda ERB 2026 turut diisi dengan berbagai program sosial kemasyarakatan, seperti peninjauan langsung kondisi ketahanan pangan daerah, pendampingan pengembangan sektor UMKM, edukasi digitalisasi sistem keuangan, penyelenggaraan layanan kas keliling, serta kampanye sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, pihak BI Riau juga menjadwalkan aksi penanaman pohon mangrove di wilayah Rupat Utara sebagai rangkaian pelengkap kegiatan ekspedisi.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan program ERB yang dinilainya sebagai manifestasi nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan serta daerah berciri 3T.

Menurut pandangannya, karakteristik kondisi geografis wilayah Riau yang dihiasi oleh gugusan pulau-pulau menyuguhkan tantangan logistik tersendiri dalam hal pendistribusian mata uang rupiah. Oleh sebab itu, dibutuhkan kolaborasi sinergis serta langkah-langkah intervensi khusus agar masyarakat di wilayah kepulauan tersebut tetap mempunyai akses memadai terhadap ketersediaan uang rupiah dalam jumlah nominal yang cukup, pecahan pecahan yang sesuai kebutuhan, serta mutu fisik yang layak edar.

“Kegiatan ERB tidak hanya memenuhi kebutuhan rupiah, namun juga menjadi simbol pemersatu bangsa sehingga masyarakat merasakan kehadiran negara. Saya berharap perjalanan Tim ERB 2026 dapat berjalan aman dan lancar sehingga bisa melayani masyarakat di daerah 3T,” ujar SF Hariyanto.

Ia menambahkan lebih lanjut bahwa aktivitas distribusi fisik uang rupiah ke wilayah-wilayah terluar bukan sekadar urusan teknis logistik sistem pembayaran semata, melainkan memiliki esensi strategis untuk memperkokoh kedaulatan kebangsaan melalui fungsi rupiah sebagai alat pembayaran sah sekaligus simbol pemersatu kedaulatan Republik Indonesia.

SF Hariyanto menaruh harapan besar agar jalinan kolaborasi lintas instansi—meliputi unsur Pemerintah Provinsi Riau, Bank Indonesia, jajaran TNI Angkatan Laut, pemerintah kabupaten/kota setempat, serta instansi terkait lainnya—dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan demi memastikan pelaksanaan program ERB mampu memberikan luaran manfaat yang maksimal bagi masyarakat luas.

Berdasarkan catatan rekam jejak dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Kantor Perwakilan BI Riau konsisten menorehkan prestasi gemilang dengan masuk ke dalam jajaran lima besar terbaik secara nasional dalam hal efektivitas penyelenggaraan Ekspedisi Rupiah Berdaulat.

Terkini