Dampak Pakai Earphone Seharian Saat Bekerja Bagi Kesehatan Telinga

Rabu, 22 Juli 2026 | 02:33:21 WIB
Ilustrasi Memakai Earphone.

JAKARTA - Bekerja sembari mendengarkan musik atau mengikuti rapat virtual menggunakan earphone kini telah menjadi rutinitas harian bagi banyak orang.

Meskipun ampuh memacu konsentrasi serta mempermudah komunikasi, durasi pemakaian earphone sepanjang hari sejatinya wajib dibatasi demi menjaga kesehatan organ pendengaran.

Kepala Divisi THT di Trillium Health Partners sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Temerty University of Toronto, Dr. Janet Chung memaparkan bahwa paparan gelombang suara keras secara terus-menerus mampu memicu risiko gangguan pendengaran.

Oleh sebab itu, para pengguna earphone diimbau untuk senantiasa mengontrol batas volume suara serta durasi pemakaian harian.

"Paparan suara keras, terutama jika terjadi berulang, dapat menyebabkan gangguan pendengaran," kata Chung, seperti dilansir Best Health, Rabu (22/7/2026).

Faktor utama yang paling memengaruhi kesehatan pendengaran adalah tingkat volume. Makin nyaring suara yang masuk ke dalam telinga dalam kurun waktu lama, makin tinggi pula risiko timbulnya kerusakan permanen pada sel-sel pendengaran.

Chung menyarankan pengguna untuk menyetel volume earphone tidak melampaui batas 70 persen dari kapasitas maksimum perangkat. Langkah ini menjaga telinga tetap menangkap suara secara jernih tanpa beban desibel yang berlebihan.

Ia juga menekankan bahwa bahaya suara keras tidak melulu bersumber dari gelombang musik konser atau mesin pabrik. Kebiasaan mendengarkan musik bervolume tinggi lewat earphone selama berjam-jam membawa efek merusak yang setara.

Di samping mengontrol volume, organ pendengaran juga memerlukan jeda istirahat. Menggunakan earphone tanpa henti dari pagi hingga sore membuat telinga terus-menerus menerima rangsangan suara yang berujung pada kelelahan pendengaran.

Melepas earphone selama beberapa menit di sela aktivitas kerja memberi ruang bagi telinga untuk beradaptasi kembali dengan kondisi sekitar yang lebih tenang. Kebiasaan simpel ini efektif meredam risiko telinga berdenging atau terasa penuh.

Menurut Chung, perlindungan terhadap fungsi telinga sangat krusial mengingat perannya yang teramat vital dalam menopang aktivitas harian.

"Komunikasi sehari-hari adalah alasan terpenting mengapa kesehatan telinga sangat penting. Telinga yang sehat memungkinkan kami mempertahankan hubungan, membangun hubungan baru, dan menikmati kehidupan," ujar Chung.

Dampak dari penurunan fungsi pendengaran rupanya tidak hanya berhenti pada area telinga. Chung menjelaskan, deretan riset menemukan keterkaitan antara penurunan pendengaran dengan melonjaknya risiko isolasi sosial, depresi, hingga penurunan fungsi otak.

Saat daya dengar merosot, seseorang cenderung kesulitan menyimak percakapan sehingga perlahan menarik diri dari interaksi sosial. Kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan mental sekaligus mempercepat penurunan kognitif.

Oleh karena itu, merawat fungsi pendengaran sejak dini menjadi modal krusial dalam menjaga kualitas hidup, terutama bagi para pekerja yang bergantung pada earphone.

Apabila timbul gejala seperti telinga berdenging, nyeri, atau penurunan daya dengar mendadak usai memakai earphone, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.

Chung mengimbau agar gejala itu segera diperiksakan ke dokter spesialis. Pada beberapa kasus, kehilangan pendengaran secara tiba-tiba dapat dipicu oleh infeksi virus yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

"Penanganannya harus dilakukan sesegera mungkin," imbau Chung.

Melalui pengaturan volume, pembatasan durasi, serta pemberian jeda istirahat bagi telinga, penggunaan earphone saat bekerja tetap dapat berjalan aman tanpa mengorbankan kesehatan pendengaran jangka panjang.

Terkini