JAKARTA - Saham-saham terafiliasi konglomerat seperti MPRO, BUMI, hingga DSSA terpantau masuk ke dalam daftar 10 saham utama yang menjadi top leaders atau penggerak IHSG sepanjang pekan ini periode 20 hingga 24 Juli 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) milik Dato Sri Tahir menjadi kontributor terbesar penguatan IHSG pekan tersebut.
Saham tersebut melesat 45,71% dalam sepekan dan menyumbang 15,29 poin terhadap kenaikan IHSG. Di posisi kedua terdapat saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) milik Grup Bakrie. Saham BUMI menguat 14% sepanjang pekan dan berkontribusi sebesar 7,72 poin terhadap penguatan IHSG. Kontributor berikutnya adalah saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) milik Grup Sinar Mas. Saham DSSA naik 8,75% dalam sepekan dan menopang IHSG sebesar 6 poin.
Tidak hanya itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) juga mencatatkan kenaikan 7,34% sepanjang pekan dan berkontribusi 5,95 poin terhadap penguatan IHSG. Sementara itu, saham PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) milik Grup Lippo melonjak 51,97% dan menyumbang 5,74 poin. Selanjutnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo Pangestu menguat 3,8% dalam sepekan dan berkontribusi sebesar 5,03 poin terhadap IHSG.
Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turut masuk dalam daftar penggerak utama IHSG. Keduanya masing-masing menguat 3,94% dan 2,54%, dengan kontribusi sebesar 4,60 poin dan 4,21 poin. Di posisi berikutnya terdapat saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) yang menyumbang 4,19 poin terhadap penguatan IHSG dengan catatan penguatan sebesar 7,86% sepanjang pekan.
Adapun posisi terakhir dalam daftar 10 besar ditempati saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) yang naik 9,22% dalam sepekan dan berkontribusi sebesar 4 poin terhadap penguatan IHSG.
Ditopang penguatan saham-saham tersebut, IHSG menutup perdagangan sepekan dengan kenaikan 0,34%. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan perdagangan saham selama periode 20–24 Juli 2026 ditutup dengan kinerja positif yang tercermin dari meningkatnya sejumlah indikator utama perdagangan.
"Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang naik 66,88% menjadi 43,68 miliar saham, dibandingkan 26,17 miliar saham pada pekan sebelumnya," ujar Kautsar dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 41,21% menjadi Rp19,76 triliun dari Rp13,99 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga naik 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari 2,33 juta kali transaksi. Di sisi lain, kapitalisasi pasar BEI bertambah 1,13% menjadi Rp10.870 triliun dari Rp10.749 triliun pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,34% sepanjang sepekan dan ditutup di level 6.196,430, dibandingkan posisi 6.175,535 pada akhir pekan sebelumnya.
Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih. Pada perdagangan Jumat (24/7/2026), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,36 triliun. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp79,09 triliun.