Laba Bersih Bank Jateng Tembus Rp616,47 Miliar di Semester I 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 03:00:02 WIB
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng).

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp616,47 miliar pada semester I 2026.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan, raihan laba bersih hingga paruh pertama 2026 tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 5,94 persen secara tahunan menjadi Rp2,49 triliun.

Perolehan laba pada semester I 2026 juga ditopang oleh pendapatan komisi yang naik 2,56 persen secara tahunan menjadi Rp173,66 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp169,32 miliar.

Pendapatan lainnya turut meningkat 16,62 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp87,97 miliar.

Sementara itu, laba operasional Bank Jateng mencapai Rp784,10 miliar hingga Juni 2026.

Realisasi tersebut menyusut 16,50 persen secara tahunan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp939,03 miliar.

Sebaliknya, Bank Jateng berhasil mencetak laba non-operasional sebesar Rp6,24 miliar, setelah pada periode yang sama tahun lalu membukukan rugi sebesar Rp437,00 juta.

Dari sisi fungsi intermediasi, total kredit atau pembiayaan yang disalurkan perusahaan mencapai Rp63,40 triliun.

Angka itu turun tipis 0,08 persen secara tahunan dari Rp63,45 triliun pada semester I 2025.

Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan tercatat sebesar Rp72,51 triliun, turun 6,27 persen secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp77,36 triliun.

Hal tersebut lantaran simpanan giro dan deposito masing-masing turun 7,10 persen dan 12,80 persen secara tahunan menjadi Rp10,24 triliun dan Rp33,67 triliun.

Meskipun demikian, Bank Jateng mencatatkan pertumbuhan pada simpanan tabungan yakni sebesar 3,17 persen secara tahunan dari Rp27,71 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp28,59 triliun pada semester I 2026.

Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Jateng meningkat dari 22,48 persen pada semester I 2025 menjadi 22,53 persen pada semester I 2026.

Untuk kualitas kredit, NPL gross naik dari 3,72 persen menjadi 3,96 persen dan NPL net naik dari 0,27 persen menjadi 0,34 persen.

Sementara itu, margin bunga bersih (NIM) naik dari 5,26 persen menjadi 5,45 persen, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional meningkat dari 77,80 persen pada semester I 2025 menjadi 81,77 persen pada semester I 2026.

Terkini