Agrinas dan Pertamina Power Sinergi Kembangkan Biofuel Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:25:31 WIB
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia memperkuat sinergi dalam pengembangan biofuel nasional, di Kantor Pusat Agrinas Palma Nusantara, Jakarta, Senin (27/7/2026). [Foto: agrinaspalma.co.id]

JAKARTA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama PT Pertamina Power Indonesia makin mempererat kolaborasi dalam mengakselerasi industri biofuel nasional demi menopang program ketahanan pangan serta ketahanan energi yang diprioritaskan pemerintah.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwasanya kerja sama antar BUMN menjadi kunci utama dalam mempercepat lahirnya industri biofuel nasional yang saling terhubung dari hulu ke hilir.

"Kolaborasi dengan PT Pertamina Power Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kedua perusahaan sehingga terbentuk ekosistem biofuel yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Abdul Ghani di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Kemitraan ini menjadi bentuk realisasi atas Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 yang mengamanatkan Agrinas Palma Nusantara guna mendukung percepatan kemandirian pangan dan energi lewat penguatan sektor pertanian hingga proses hilirisasinya.

Agrinas Palma Nusantara mengagendakan pembangunan ekosistem biofuel yang meliputi pengelolaan area budidaya singkong selaku bahan baku bioetanol serta pengoperasian kembali fasilitas biodiesel PT Bayas Biofuels.

Di sisi lain, PT Pertamina Power Indonesia siap menindaklanjuti potensi kemitraan ini lewat pembuatan studi kelayakan, pembagian tugas, hingga pematangan model bisnis sebagai fondasi penggerak proyek.

Salah satu fokus proyek yang dikaji yakni pembukaan lahan budidaya singkong seluas kurang lebih 33.000 hektare di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Area ini ditargetkan sanggup menyuplai bahan baku pabrik bioetanol berkapasitas mencapai 300 kiloliter tiap harinya.

Wilayah tersebut dipandang strategis lantaran ditopang kemudahan akses jalur logistik. Jaraknya cuma berkisar 6,5 kilometer dari dermaga serta memiliki akses sungai yang sanggup dilintasi tongkang berkapasitas hingga 5.000 ton.

Bukan cuma itu, topografi lahan yang cenderung datar mendukung penerapan sistem pertanian singkong modern berbasis mekanisasi, mulai tahap pengolahan tanah hingga masa panen. 

Cara ini diyakini bisa mendongkrak produktivitas, menekan beban operasional, sekaligus memperkokoh pasokan rantai bioetanol.

Agrinas Palma Nusantara mengemban misi menyokong agenda strategis pemerintah pada ranah ketahanan pangan maupun energi. 

"Melalui kolaborasi ini, kami berharap proses penyusunan studi kelayakan hingga implementasi proyek dapat berjalan lebih cepat sehingga mampu memperkuat pasokan energi terbarukan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional," kata Abdul Ghani.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia, John Anis, mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut positif peluang sinergi ini sebagai bagian dari komitmen mengakselerasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan di tanah air.

"Kami melihat sinergi ini sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem biofuel nasional. PT Pertamina Power Indonesia siap menindaklanjuti pembahasan bersama Agrinas Palma Nusantara melalui penyusunan studi kelayakan dan skema kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan sekaligus mendukung program strategis pemerintah," ujar John Anis.

Lewat kemitraan ini, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) beserta PT Pertamina Power Indonesia diharapkan sanggup menggenjot kemajuan sektor biofuel nasional secara terpadu dan berkelanjutan.

Sinergi kedua perseroan ini pun diyakini mampu menyokong program ketahanan pangan, kemandirian energi, serta hilirisasi produk pertanian, sekaligus memberikan sumbangsih nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkini