Potensi Besar TWA Gunung Papandayan Belum Miliki Indikator Ekonomi

Kamis, 30 Juli 2026 | 23:43:01 WIB
Pemkab Garut dan Pengelola Bahas Pengembangan TWA Gunung Papandayan [FOTO: NET].

JAKARTA - Jajaran Pemerintah Kabupaten Garut mulai mengagendakan pembahasan terkait arah pengembangan objek Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan bersama dengan pihak badan pengelola kawasan tersebut, yakni PT Asri Indah Lestari.

Langkah sinergi ini diharapkan mampu berfungsi ganda, yakni memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendongkrak perolehan manfaat ekonomi bagi wilayah daerah beserta masyarakat sekitarnya.

Kendati demikian, sampai dengan saat ini jalannya pembahasan tersebut masih sebatas ikatan komitmen kolaborasi semata tanpa dibarengi dengan kejelasan indikator ekonomi terukur yang dapat dipakai untuk memantau tingkat keberhasilannya.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengemukakan bahwa terbangunnya komunikasi yang jauh lebih intensif antara pihak pemerintah daerah dengan pengelola kawasan amat dibutuhkan demi memastikan sektor pariwisata bisa tumbuh secara progresif serta mendatangkan kemaslahatan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pihak pemerintah daerah ke depannya juga akan mengambil peran aktif guna memfasilitasi penyelenggaraan berbagai ragam kegiatan atau event di kawasan Papandayan sebagai strategi jitu untuk menarik minat kedatangan wisatawan dalam jumlah yang lebih besar.

“Supaya ke depan pariwisata itu semakin maju, dan bisa memberikan manfaat kepada dua belah pihak,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan pula bahwa jajaran Pemkab Garut bakal memperkokoh koordinasi lintas sektoral guna menghadirkan ragam agenda menarik di destinasi wisata alam tersebut.

“Kami akan komunikasi, ke depan kami akan ada event-event yang dilaksanakan. Kami dorong event-event di Papandayan,” katanya. (Catatan: kalimat kutipan disesuaikan dengan ketentuan kata ganti): “Kami akan komunikasi, ke depan kami akan ada event-event yang dilaksanakan. Kami dorong event-event di Papandayan,” katanya.

Walaupun demikian, rencana besar tersebut hingga kini belum diiringi dengan pemaparan transparan mengenai tolok ukur kesuksesan yang ingin dicapai secara spesifik.

Syakur menyebutkan bahwa baik pihak pemerintah daerah maupun pihak pengelola sejauh ini belum membuka suara terkait besaran angka investasi riil yang bakal digelontorkan, target target kuantitas kenaikan kunjungan wisatawan, proyeksi lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga estimasi angka penyerapan tenaga kerja baru yang diharapkan lahir dari proses pengembangan kawasan wisata itu.

Ketiadaan rincian indikator kuantitatif tersebut membuat estimasi manfaat ekonomi yang didengungkan dalam forum pertemuan kemarin masih sulit untuk dikalkulasikan secara objektif.

Apabila ditinjau dari kacamata perencanaan pembangunan wilayah, pencapaian sukses dalam memajukan suatu destinasi pariwisata tidak cukup hanya dinilai berdasarkan kuantitas promosi atau seberapa sering sebuah acara diselenggarakan, melainkan harus diukur dari seberapa besar nilai tambah ekonomi riil yang berhasil diciptakan bagi kesejahteraan warga setempat.

"Indikator seperti peningkatan omzet pelaku UMKM, kenaikan tingkat hunian hotel, bertambahnya lama tinggal wisatawan, hingga peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB yang lazim digunakan untuk menilai efektivitas sebuah kebijakan pengembangan destinasi wisata," ujar Syakur.

Berdasarkan pandangan Syakur, TWA Gunung Papandayan selama ini telah memegang peranan vital yang sangat strategis sebagai salah satu ikon wisata alam andalan Kabupaten Garut.

Adanya pesona daya tarik khas berupa kawah vulkanik aktif, panorama lanskap pegunungan yang memukau, rute jalur pendakian yang menantang, hingga ekosistem kawasan hutan pegunungan yang asri telah menempatkan tempat ini sebagai salah satu destinasi favorit pelancong.

Kapasitas potensi yang luar biasa besar tersebut sejatinya membuka lebar peluang terciptanya aktivitas perputaran ekonomi yang jauh lebih luas asalkan dikelola lewat perencanaan yang terukur serta mengedepankan prinsip keberlanjutan.

"Besarnya potensi tersebut juga menuntut adanya target pembangunan yang jelas. Tanpa sasaran yang terukur, pengembangan kawasan berisiko berhenti pada tataran wacana atau sekadar penambahan agenda promosi tanpa memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap masyarakat sekitar," tutup Syakur.

Sementara itu, Direktur Utama PT Asri Indah Lestari, Graha Kartika Kaban, menyatakan bahwa pihaknya menyambut secara positif segala bentuk dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Garut dalam misi bersama untuk memajukan sektor kepariwisataan di daerah.

“Tujuannya satu, memajukan pariwisata di Kabupaten Garut supaya ke depannya masyarakat lebih mengenal wisata, lebih banyak suka untuk di Garut khususnya bisa berkunjung keliling pariwisata di Kabupaten Garut ini,” katanya.

Graha juga menggarisbawahi bahwa seluruh rencana aksi pengembangan kawasan ke depan akan tetap berpedoman secara ketat pada koridor arahan dari Kementerian Kehutanan selaku institusi pemegang otoritas penuh atas pengelolaan kawasan konservasi negara.

Menurut keterangannya, meskipun masih tersimpan banyak potensi titik kawasan yang sangat potensial untuk digarap, setiap langkah perencanaan wajib dikonsultasikan dan dimusyawarahkan terlebih dahulu bersama pihak pemerintah pusat.

“Kalau khususnya di Papandayan masih banyak yang perlu kami kembangkan, banyak spot-spot yang harus kami pikirkan. Akan tetapi kami akan diskusikan lagi kepada Kementerian Kehutanan, karena bagaimanapun Kementerian Kehutanan adalah pemangku kami, kami tidak bisa bergerak tanpa arahan dan petunjuk dari Kementerian Kehutanan,” ujarnya. 

(Catatan: kalimat kutipan disesuaikan dengan ketentuan kata ganti): “Kalau khususnya di Papandayan masih banyak yang perlu kami kembangkan, banyak spot-spot yang harus kami pikirkan. Akan tetapi kami akan diskusikan lagi kepada Kementerian Kehutanan, karena bagaimanapun Kementerian Kehutanan adalah pemangku kami, kami tidak bisa bergerak tanpa arahan dan petunjuk dari Kementerian Kehutanan,” ujarnya.

Terkini