Danamon Manfaatkan Sinergi Grup MUFG untuk Kejar Target Bisnis 2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:26:01 WIB
PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengandalkan sinergi bisnis bersama grup MUFG guna mengejar target kinerja hingga akhir tahun 2026 di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi dan perubahan kondisi pasar.

Perseroan menilai bahwa penguatan kolaborasi dalam ekosistem grup menjadi salah satu strategi utama untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan bisnis.

Chief Financial Officer Danamon Theresia Adriana menyampaikan bahwa perseroan secara konsisten mengoptimalkan ekosistem grup Danamon bersama MUFG selaku induk usaha serta perusahaan-perusahaan anggota grup demi memaksimalkan sinergi hubungan bisnis yang tercipta di dalam grup keuangan tersebut.

“Jadi kalau kami lihat di sini, kami terus melakukan review terhadap target tersebut,” kata Theresia dalam Konferensi Pers Virtual Kinerja Semester I/2026, Kamis (30/7/2026).

Selain mempererat kolaborasi, Danamon juga meninjau target dan mengevaluasi strategi bisnis secara berkala dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi, kondisi pasar, serta perubahan iklim usaha, termasuk pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia dan nilai tukar rupiah.

“Hal ini kami lakukan sebagai bagian dari proses bisnis yang normal untuk memastikan strategi dan target yang kami tetapkan tetap relevan dengan kondisi terkini,” ujarnya.

Di tengah bergulirnya tantangan industri, Danamon tetap melihat peluang untuk memacu pertumbuhan lewat optimalisasi berbagai sumber pendapatan, termasuk meningkatkan porsi pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Ke depannya, perseroan bakal memperkuat diversifikasi sumber pendapatan, menjaga kualitas pertumbuhan bisnis, serta mempertahankan performa kinerja yang sehat dan berkelanjutan demi memenuhi target hingga penghujung tahun.

Sepanjang semester I 2026, perseroan membukukan laba bersih periode berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp2,4 triliun. Angka tersebut melonjak 33 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian tercatat berada di angka Rp5,9 triliun atau naik 13 persen YoY. Lonjakan laba bersih dipacu oleh kenaikan pendapatan serta perbaikan kualitas kredit yang tercermin dari penurunan biaya kredit (Cost of Credit) sebesar 12 persen YoY.

Ditinjau dari fungsi intermediasi, perseroan membukukan total kredit konsolidasian mencapai Rp230,1 triliun atau tumbuh 12 persen YoY. Kenaikan penyaluran kredit ini disokong oleh seluruh lini bisnis, mulai dari enterprise banking, financial institution, SME banking, consumer banking, hingga entitas anak perusahaan Danamon.

Pada aspek penghimpunan dana, perseroan mencatatkan total rekening giro, tabungan, dan deposito konsolidasian mencapai Rp181,7 triliun, yang mana angka tersebut meningkat 14 persen YoY bila disandingkan dengan capaian di periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkini