Penjualan Rokok Naik Laba Bersih Wismilak Melonjak 104,6 Persen

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:30:01 WIB
PT Wismilak Inti Makmur Tbk.

JAKARTA - PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih secara signifikan pada semester I 2026. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan penjualan pada segmen sigaret kretek mesin (SKM).

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, WIIM meraih penjualan bersih sebesar Rp3,23 triliun, tumbuh 12,3% dibandingkan perolehan Rp2,88 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari portofolio produk, segmen SKM menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penjualan Rp2,15 triliun, melaju dari Rp1,74 triliun pada semester I 2025.

Selanjutnya, penjualan filter menyumbang Rp676,55 miliar, sementara kategori sigaret kretek tangan (SKT) mencatatkan raihan sebesar Rp391,53 miliar.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 104,6% menjadi Rp303,32 miliar dari Rp148,28 miliar pada semester I 2025. Perolehan laba per saham dasar Wismilak pun terangkat menjadi Rp145,34 dari sebelumnya Rp71,43.

Pertumbuhan kinerja bisnis tersebut turut mendorong laba sebelum pajak melonjak hampir dua kali lipat menyentuh Rp389,58 miliar, naik dari posisi Rp196,55 miliar pada semester I 2025.

Di sisi lain, beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp86,02 miliar dari Rp48,26 miliar seiring dengan peningkatan profitabilitas perseroan.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan tercatat naik menjadi Rp2,46 triliun dari Rp2,27 triliun pada semester I 2025.

Meskipun demikian, pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi menjaga margin profitabilitas perseroan tetap membaik sepanjang paruh pertama tahun ini.

Mengenai kondisi neraca, total aset WIIM meningkat menjadi Rp3,40 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp3,21 triliun pada akhir Desember 2025.

Liabilitas perseroan naik menjadi Rp1,10 triliun dari Rp990,31 miliar, sedangkan total ekuitas terangkat menjadi Rp2,30 triliun dari Rp2,21 triliun pada akhir tahun lalu.

Dari arus kas, kas bersih dari aktivitas operasi meningkat menjadi Rp350,31 miliar dari Rp222,49 miliar pada semester I 2025, dengan posisi kas dan setara kas akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp199,62 miliar.

Terkini