HAJJ Kelola Penuh Hotel di Madinah Demi Dongkrak Margin Laba 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:43:01 WIB
Ilustrasi Ka'bah di Masjidilharam, Makkah, Arab Saudi.

JAKARTA - PT Arsy Buana Travelindo Tbk. (HAJJ) membidik peningkatan profitabilitas pada 2026 seiring dengan dimulainya langkah pengelolaan hotel secara penuh di Madinah.

Ekspansi ini membuka peluang perolehan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi ketimbang skema allotment parsial yang diterapkan pada periode sebelumnya.

Direktur Utama HAJJ Saipul Bahri mengungkapkan bahwa perseroan sengaja mengubah arah strategi bisnis dengan lebih selektif dalam memilih portofolio hotel dan berfokus pada aset bermargin tebal.

"Fokus pada segmen hotel bermargin tinggi dan disiplin biaya telah memperkuat posisi kami di pasar. Meski pendapatan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejalan dengan ritme eksekusi kontrak, profitabilitas kami justru meningkat secara konsisten di seluruh lini," ujar Saipul dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Pada kurun semester I 2026, HAJJ mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp363,60 miliar, atau melandai 30,31 persen dibandingkan angka Rp521,77 miliar pada periode sama tahun lalu.

Penurunan tersebut terjadi setelah perseroan mengambil tindakan untuk tidak memperpanjang kontrak allotment pada sejumlah hotel bermargin rendah, serta mengalihkan fokus sumber daya ke properti dengan profitabilitas tinggi.

Sejalan dengan dinamika tersebut, perolehan laba komprehensif neto periode berjalan melandai 12,35 persen menjadi Rp23,60 miliar dari sebelumnya Rp26,93 miliar pada semester I 2025.

Kendati perolehan laba secara nominal terkoreksi, perseroan menilai kualitas profitabilitas meningkat signifikan berkat pelebaran margin di seluruh unit usaha.

Kontribusi lini bisnis hotel masih mendominasi operasional perseroan dengan menyumbang 89,90 persen dari total pendapatan pada semester I 2026, dari sebelumnya 92,76 persen pada periode sama tahun lalu.

Menurut Saipul, catatan tersebut makin memperkokoh posisi HAJJ sebagai penyedia fasilitas hotel allotment di Makkah dan Madinah dengan basis pendapatan berulang yang solid.

Mulai tahun ini, perseroan resmi mengambil alih pengelolaan satu unit hotel secara penuh di Madinah.

Berbeda dari skema allotment parsial, model operasional ini memberi keleluasaan bagi perseroan dalam mengoptimalkan tingkat hunian serta tarif kamar guna mendongkrak margin.

Keberhasilan strategi ini tecermin dari kenaikan margin keuntungan, di mana laba kotor tercatat stabil di angka Rp68,36 miliar dibandingkan Rp69,76 miliar pada semester I 2025, namun margin laba kotor melesat menjadi 18,80 persen dari 13,37 persen.

Di sisi lain, margin laba sebelum pajak (EBT margin) terangkat menjadi 8,02 persen dari 6,48 persen, serta margin EBITDA naik menuju 10,17 persen dari 8,17 persen.

Peningkatan efisiensi ini didukung oleh penekanan beban umum dan administrasi sebesar 26,55 persen, pilihan portofolio hotel yang selektif, serta efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Di tengah eskalasi geopolitik yang sempat memanas di kawasan Timur Tengah pada awal 2026, manajemen HAJJ memastikan agenda keberangkatan umrah dan haji sepanjang semester I 2026 tetap berlangsung aman.

Pihak perseroan menilai dampak dinamika geopolitik terhadap operasional harian relatif terbatas, sejalan dengan pelaksanaan ibadah haji yang berjalan sesuai alur ketetapan otoritas Arab Saudi.

Direktur Keuangan HAJJ Agung Prabowo menegaskan bahwa pencapaian semester pertama tahun ini membuktikan efektivitas langkah strategi perseroan dalam memperkuat kualitas profitabilitas.

"Dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah juga masih kami pantau terkendali. Dengan struktur biaya yang lebih ramping dan alokasi sumber daya yang tepat menjadi landasan penting bagi keberlanjutan kinerja ke depan," ujar Agung.

Terkini