Sikapi Wacana Penghapusan KBMI 1 BCA Syariah Siapkan Infrastruktur

Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:08:32 WIB
Bank BCA Syariah.

JAKARTA - PT Bank BCA Syariah menegaskan kesiapannya dalam menyusun strategi jangka panjang sekaligus memperkokoh infrastruktur serta kapasitas internal perseroan. Langkah ini diambil guna merespons wacana penghapusan kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 yang digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Bagi kami di BCA Syariah, yang paling penting adalah bagaimana menyiapkan diri, termasuk rencana jangka panjang, dan infrastruktur yang membuat capacity itu ready,” kata Direktur BCA Syariah Eduard Guntoro Purba dalam taklimat media di Jakarta, Selasa.

Terkait potensi suntikan dana segar, Eduard menjelaskan bahwa kebijakan penambahan modal sepenuhnya menjadi wewenang pemegang saham utama, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Ia menambahkan, pihak perseroan senantiasa siap memacu ekspansi bisnis apabila mendapatkan tambahan ekuitas yang membawa BCA Syariah naik tingkatan menuju kategori KBMI 2.

“Kalau tiba-tiba ada tambahan modal untuk kami langsung KBMI 2, ya, alhamdulillah, karena tentu saja itu bisa kami lakukan untuk bagaimana BCA Syariah bisa melayani lebih luas lagi, lebih kuat lagi,” ujar Eduard.

Guna melengkapi langkah penguatan modal, tata kelola, dan infrastruktur, BCA Syariah konsisten menghadirkan berbagai inovasi layanan yang sesuai dengan dinamika kebutuhan nasabah.

Inovasi tersebut diwujudkan lewat produk tabungan khusus generasi muda, peningkatan program literasi keuangan, hingga penyediaan fasilitas tabungan haji sejak usia dini.

“Termasuk bagaimana literasi keuangan dan juga kebutuhan, seperti misalnya kondisi yang kami ketahui terkait dengan untuk menjadi haji juga membutuhkan waktu (tunggu) yang cukup panjang, sehingga ada potensi problem solving dari kami sedini mungkin,” kata Eduard.

Di sisi lain, Eduard memastikan bahwa BCA Syariah senantiasa patuh pada seluruh arahan dan panduan dari OJK khusus bagi kelompok bank KBMI 1.

“Yang pasti bahwa dalam imbauan itu agar bank-bank di KBMI 1 melakukan suatu review yang menyeluruh terhadap kemampuan keuangannya, struktur dan rencana jangka panjangnya,” ujar dia.

“Bank juga harus memperkuat permodalan, memperkuat apakah melalui suatu konsolidasi maupun kolaborasi, ataupun juga peningkatan secara organik dan anorganik, yaitu seiring dengan pertumbuhannya atau tambahan untuk akuisisi atau setoran modal,” imbuhnya.

Sebagai informasi, imbauan terkait penguatan fundamental serta konsolidasi perbankan ini telah disosialisasikan regulator kepada seluruh jajaran bank KBMI 1 sejak Oktober 2025.

OJK meminta institusi perbankan kategori KBMI 1 melakukan pemetaan evaluasi secara komprehensif atas kinerja usaha, kualitas aset, struktur modal, hingga prospek bisnis berkelanjutan, termasuk membuka peluang skema konsolidasi yang pas.

Menurut OJK, langkah penyesuaian melalui pendekatan anorganik atau konsolidasi sangat mendesak demi memicu lonjakan kinerja perbankan yang dinilai mulai melambat.

Terkini

Iga Swiatek Melaju ke Semifinal WTA 1000 Toronto 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:24:01 WIB

Ramalan 5 Zodiak Paling Beruntung Sepanjang 11 Agustus 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:03:02 WIB

Prediksi Peruntungan Shio Tikus Sepanjang Tahun 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:52:01 WIB

Jangan Asal Lakukan Self-Diagnose pada Anak Lewat Medsos

Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:45:31 WIB