Harga Pertamax Turun Sebagian Masyarakat Masih Gunakan Pertalite

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:39:31 WIB
Ilustrasi Pom Bensin Pertamina.

JAKARTA - Kebijakan penurunan harga BBM jenis Pertamax sebesar Rp300 per liter nyatanya belum sepenuhnya mendorong seluruh pengguna kendaraan untuk berpindah dari penggunaan Pertalite.

Bagi sejumlah warga di Kota Solo, perbedaan nominal nominal antara kedua varian bahan bakar tersebut masih menjadi faktor utama dalam mengambil keputusan.

Pengalaman tersebut diungkapkan oleh Agus, seorang pekerja buruh di Solo. Saat dijumpai di SPBU Mojosongo pada Rabu (12/8), Agus menyampaikan dirinya tetap memakai Pertalite kendati ada keinginan untuk beralih menggunakan Pertamax.

Menurut pengamatannya, tarif Pertamax saat ini memang sudah mengalami pemangkasan. Akan tetapi, perbedaan angka jika dibandingkan dengan Pertalite masih sangat kentara apabila diakumulasikan dengan konsumsi bahan bakar harian.

"Sebenarnya ingin beli Pertamax, tapi selisih harganya masih lumayan. Jadi untuk sekarang masih pilih Pertalite," ujar Agus.

Pilihan tersebut memaksa Agus untuk rela mengantre lama saat melakukan pengisian BBM. Ia menyadari antrean panjang bahan bakar Pertalite merupakan dampak yang mesti dihadapi saat mengandalkan BBM bersubsidi.

Bagi kalangan pekerja buruh seperti Agus, alokasi anggaran untuk belanja BBM terbilang sangat krusial. Perbedaan harga yang tampak tipis per liter bakal terakumulasi menjadi besar ketika dilakukan pengisian secara berulang.

"Masih terasa antre Pertalite. Kalau harganya sudah lebih stabil dan selisihnya tidak terlalu jauh, mungkin lebih enak bisa langsung beli Pertamax dan tidak perlu antre seperti sekarang," jelasnya.

Agus menaruh harapan agar nilai jual Pertamax dapat kian stabil sehingga masyarakat memperoleh opsi BBM yang lebih nyaman tanpa terbebani selisih harga yang tajam.

Sebab menurutnya, urusan BBM tak sekadar membicarakan nominal uang, melainkan juga menyita durasi waktu saat harus mengantre hingga berpotensi mengganggu ritme aktivitas sehari-hari.

Gambaran di SPBU Mojosongo memperjelas fakta bahwa pemotongan harga Pertamax senilai Rp300 tidak serta-merta menggeser kebiasaan para pemilik kendaraan. Sebagian warga memilih bertahan memakai Pertalite atas alasan finansial meski konsekuensinya harus berdiri di barisan antrean yang panjang.

Terkini