Mengungkap 11 Makanan Pembawa Keberuntungan dari Berbagai Penjuru Dunia

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:18:32 WIB
Ilustrasi Anggur.

JAKARTA - Makanan selalu menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar pemenuh nutrisi harian tubuh.

Di pelbagai belahan dunia dan keberagaman budaya, sajian tertentu dipercaya memuat kekuatan simbolis demi mendatangkan kelimpahan, kebahagiaan, kesehatan, hingga hoki.

Tidak mengherankan bila menu-menu ini selalu hadir dalam perayaan festival, pesta pernikahan, hingga momentum sakral menyambut Tahun Baru.

Sebagian hidangan disajikan karena bentuknya menyerupai koin kekayaan, sementara yang lainnya dipilih lantaran pelafalan namanya mirip dengan kata bernuansa sukses.

Baik bersumber dari cerita rakyat, tradisi keagamaan, maupun adat lintas zaman, tradisi kuliner ini terus dilestarikan serta mengingatkan kami bahwa setiap makanan membawa kisah budaya bernilai tinggi.

Mengutip laporan Times of India, berikut adalah 11 makanan dari berbagai belahan dunia yang dikenal luas sebagai simbol keberuntungan.

Anggur (Spanyol) Mendekati detik-detik tengah malam pada malam Tahun Baru, jutaan masyarakat Spanyol berpacu menyantap 12 butir anggur, tepat satu butir mengikuti tiap dentangan jam.

Tradisi yang dinamai Las Doce Uvas de la Suerte (Dua Belas Anggur Keberuntungan) ini diyakini mendatangkan rezeki dan keberuntungan sepanjang 12 bulan mendatang.

Apabila ada satu butir anggur yang terlewat, seseorang dipercaya bakal kehilangan hoki pada bulan tersebut.

Lentil (Italia) Di negeri Italia, olahan lentil menjadi sajian wajib dalam santap malam Tahun Baru lantaran bentuknya yang kecil serta bulat mirip koin Romawi kuno.

Biasanya dihidangkan mendampingi sosis cotechino atau zampone, lentil melambangkan kekayaan, kelimpahan, serta keberhasilan finansial di tahun yang baru.

Mi Panjang (China) Pada kebudayaan China, sajian mi panjang merepresentasikan umur yang panjang serta kehidupan yang sehat dan bugar.

Sajian ini kerap dihadirkan dalam momen ulang tahun, perayaan Imlek, hingga acara penting lainnya.

Terdapat aturan khusus saat memasak maupun menyantapnya: mi tidak boleh dipotong, sebab memotong mi dipercaya dapat memutus keberuntungan hidup seseorang.

Kacang Black-Eyed Pea (Amerika Serikat) Masyarakat di bagian selatan Amerika Serikat menganggap kacang black-eyed pea sebagai lambang kemakmuran, terutama saat Hari Tahun Baru.

Tradisi ini—yang umumnya dipadukan dalam hidangan Hoppin' John—menyajikan kacang bersama nasi dan sayuran hijau, yang melambangkan koin, uang kertas, serta kekayaan.

Buah Delima (Yunani) Ketika Hari Tahun Baru tiba, banyak keluarga di Yunani memecahkan buah delima matang tepat di ambang pintu rumah mereka.

Biji buah berwarna merah menyala dan berjumlah melimpah ini telah lama menjadi simbol kesuburan, pembaruan, dan keberuntungan.

Semakin banyak biji yang tersebar di lantai, semakin besar pula limpahan rezeki dan berkah yang diharapkan menaungi keluarga tersebut.

Ikan (Jepang) Ikan, terutama jenis sea bream, dianggap membawa keberuntungan di Jepang karena namanya menjadi bagian dari kata medetai, yang bermakna penuh gembira atau hoki.

Sajian ikan ini lazim dihidangkan dalam pesta perayaan, pernikahan, serta jamuan Tahun Baru sebagai simbol kebahagiaan dan kejayaan.

Dumpling (China) Kudapan dumpling khas China kerap dibentuk menyerupai batangan emas atau perak pada zaman kuno.

Anggota keluarga berkumpul untuk membuat dan menyantapnya saat Imlek dengan keyakinan bahwa kuliner ini mampu mendatangkan kekayaan.

Beberapa keluarga bahkan menyembunyikan koin di dalam salah satu dumpling; siapa pun yang menemukannya dipercaya bakal mendapat keberuntungan berlipat.

Buah-buahan Berbentuk Bulat (Filipina) Keluarga di Filipina kerap menyusun 12 jenis buah berbentuk bulat saat merayakan malam pergantian tahun.

Bentuk bundar yang menyerupai koin melambangkan kelimpahan, kekayaan, dan keberhasilan finansial sepanjang 12 bulan ke depan.

Buah anggur, jeruk, apel, hingga melon menjadi deretan pilihan yang paling digemari.

Mochi (Jepang) Kue mochi yang bertekstur lembut dan kenyal memegang peranan vital dalam perayaan Tahun Baru di Jepang.

Dibuat dari beras ketan yang ditumbuk lewat proses tradisional penuh kerja keras dan kebersamaan, mochi melambangkan kekuatan, umur panjang, serta keutuhan keluarga.

Kehadiran varian rasa dan isian yang beragam menjadikan kuliner tradisional ini tidak terpisahkan dari kebudayaan Jepang.

Jeruk dan Mandarin (China) Buah bernuansa oranye terang sangat melekat dengan nuansa perayaan Tahun Baru Imlek.

Warna keemasannya melambangkan kekayaan, sementara pengucapan kata jeruk mandarin dalam beberapa dialek Tionghoa sangat mirip dengan kata bermakna "keberuntungan".

Buah ini sering dijadikan hantaran hadiah guna mendoakan kesejahteraan serta kemakmuran kerabat terkasih.

Cornbread (Amerika Serikat) Cornbread (roti jagung) berwarna kuning keemasan menjadi salah satu makanan pembawa hoki saat Tahun Baru di wilayah selatan Amerika Serikat.

Warna kuning pekatnya yang menyerupai emas menjadikannya simbol kekayaan serta kelimpahan rezeki.

Sajian ini umumnya dihidangkan mendampingi kacang black-eyed pea dan sayuran hijau collard greens untuk menyempurnakan santapan pembawa kemakmuran.

Terkini