Merdeka Battery Terbitkan Obligasi Rp2.33 Triliun Bayar Utang Dolar AS

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:28:31 WIB
Ilustrasi Suasana PT Merdeka Battery Materials Tbk.

JAKARTA - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menggelar penerbitan obligasi senilai Rp2,33 triliun sebagai langkah percepatan pelunasan utang bernilai dolar AS yang bakal jatuh tempo pada September 2026.

Merujuk dokumen prospektus perseroan, MBMA menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 dengan nilai pokok mencapai Rp2,33 triliun.

Aksi korporasi ini menjadi bagian dari rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I dengan batas plafon target dana total sebesar Rp16 triliun.

Hingga saat ini, perseroan telah merealisasikan penggalangan dana dari skema PUB Obligasi Berkelanjutan I tersebut dengan total nominal menyentuh Rp11,16 triliun.

Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 ini terbagi ke dalam tiga pilihan seri surat utang.

Seri A ditawarkan dengan pokok Rp1,71 triliun dan kupon tetap 9 persen per tahun berjangka waktu 367 hari kalender.

Seri B dipatok sebesar Rp529,97 miliar berkupon tetap 10 persen per tahun untuk tenor tiga tahun.

Sementara Seri C dilepas sebesar Rp95,34 miliar dengan bunga tetap 10,5 persen per tahun berjangka waktu lima tahun.

Mekanisme kupon obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sekali, di mana jadwal pembayaran bunga pertama ditetapkan pada 1 Desember 2026 dan pelunasan pokok dituntaskan saat jatuh tempo masing-masing seri.

Perolehan dana bersih pascapemotongan biaya emisi yang diperkirakan mencapai Rp2,33 triliun atau setara US$130,7 juta bakal dialokasikan penuh untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok pinjaman Fasilitas B.

Fasilitas kredit berskala US$250 juta tersebut sebelumnya ditandatangani pada 3 Oktober 2025, dengan proses penyaluran kewajiban dilakukan melalui PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Per 11 Agustus 2026, sisa porsi pinjaman Fasilitas B tercatat berada di level US$150 juta atau sekitar Rp2,67 triliun yang akan jatuh tempo pada 28 September 2026.

MBMA mengoptimalkan hasil emisi surat utang ini guna menyerap mayoritas kewajiban tersebut, sehingga sisa pinjaman pada Fasilitas B diperkirakan menyusut menjadi US$19,3 juta.

Mengacu pada patokan kurs tengah Bank Indonesia per 11 Agustus 2026 sebesar Rp17.795 per dolar AS, total kebutuhan dana pelunasan utang mencapai Rp2,67 triliun, di mana Rp2,33 triliun berhasil ditutup lewat penerbitan obligasi ini.

Dalam penerbitan ini, MBMA berhasil mengamankan peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Pelaksanaan emisi dipimpin oleh konsorsium penjamin emisi yang melibatkan PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Sucor Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku wali amanat.

Terkini