Tantangan Pembiayaan Produktif: BRI Finance Fokus Jaga Kualitas Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:19:31 WIB
Logo BRI Finance [FOTO: NET].

JAKARTA - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam menggenjot sektor pembiayaan produktif adalah bagaimana menjaga kualitas pembiayaan tersebut agar tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika kondisi perekonomian serta berbagai risiko yang melekat pada sektor usaha.

Guna menghadapi berbagai tantangan tersebut, Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyatakan bahwa pihak perusahaan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penerapan proses underwriting yang selektif.

“Kemudian, melakukan pemantauan portofolio secara berkala, serta memperkuat manajemen risiko,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Dengan mengandalkan strategi tersebut, lanjut Aditia, Perseroan tetap merasa optimistis mampu melanjutkan ekspansi pembiayaan produktif secara sehat dan berkesinambungan, terutama pada segmen pembiayaan alat berat serta modal kerja (working capital).

Lebih lanjut, Aditia menuturkan bahwa BRI Finance memandang sektor pembiayaan produktif masih menyimpan prospek yang sangat menjanjikan, khususnya pada segmen pembiayaan investasi yang dinilai masih mempunyai potensi pertumbuhan yang positif ke depan.

“Hal ini didukung oleh meningkatnya aktivitas dunia usaha di berbagai sektor ekonomi yang mendorong kebutuhan pembiayaan untuk ekspansi usaha maupun penguatan kapasitas operasional,” ucapnya.

Memasuki periode mendatang, imbuhnya, Perseroan berkomitmen untuk terus memaksimalkan pengembangan pembiayaan investasi melalui penyaluran dana yang selektif, mempererat jalinan sinergi bersama ekosistem BRI Group, serta konsisten menerapkan prinsip manajemen risiko yang prudent.

“Dengan strategi tersebut, kami optimistis pembiayaan produktif akan terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan arah kebijakan regulator,” tutur Aditia.

Di samping itu, Aditia menambahkan bahwa hingga saat ini kinerja portofolio pembiayaan produktif milik Perseroan masih menunjukkan tren pergerakan yang positif. Oleh karena itu, BRI Finance akan terus berfokus memperkuat kualitas aset, mengoptimalkan sinergi bisnis secara menyeluruh, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan angka pembiayaan dengan kualitas aset agar ekspansi yang dilakukan tetap sehat dan berkelanjutan.

Sebagai catatan tambahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa porsi total penyaluran pembiayaan produktif oleh industri perusahaan pembiayaan atau multifinance saat ini telah mencapai level 44,47 persen dari keseluruhan total penyaluran pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyatakan optimismenya bahwa peluang untuk meningkatkan persentase porsi pembiayaan produktif tersebut masih terbuka lebar.

Oleh sebab itu, pihak OJK terus mendorong para pelaku industri multifinance agar semakin optimal menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif demi mengejar target porsi di kisaran 46 hingga 48 persen pada rentang tahun 2026 sampai dengan 2027, sebagaimana telah digariskan dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028.

“Termasuk segmen usaha yang memiliki prospek pertumbuhan, dengan tetap menerapkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian,” kata Agusman dalam lembar jawaban RDK OJK Juli 2026, dikutip pada Senin (10/8/2026).

Terkini