Penyaluran Pembiayaan Kendaraan BSI Capai Rp6,7 Triliun di 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | 02:17:01 WIB
Bank Syariah Indonesia atau Bank BSI.

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan lonjakan pembiayaan kendaraan melalui produk BSI OTO sebesar 12,4 persen secara tahunan hingga mencapai Rp6,7 triliun per Juni 2026.

Capaian kinerja tersebut mengindikasikan tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan bermotor di tengah pergeseran gaya hidup menuju era kendaraan ramah lingkungan.

Pertumbuhan BSI OTO sejalan dengan akselerasi industri otomotif nasional yang makin gencar mengadopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), ditambah dorongan pemerintah melalui peresmian Motor Listrik Nasional (MOLINAS).

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengungkapkan bahwa kebutuhan mobilitas publik terus meningkat, namun kini lebih mempertimbangkan aspek efisiensi, skema pembiayaan, dan prinsip syariah.

“Pertumbuhan pembiayaan BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap kuat, namun semakin disertai pertimbangan yang matang dalam memilih skema pembiayaan,” ujar Erwan dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).

Erwan menjelaskan bahwa BSI secara konsisten menyajikan opsi pembiayaan kendaraan dengan kepastian angsuran tetap hingga masa tenor berakhir guna memudahkan perencanaan keuangan nasabah.

Kenaikan volume pembiayaan otomotif ini juga disokong oleh tingginya variasi pilihan kendaraan di pasaran serta kemitraan strategis yang dijalin bersama deretan dealer resmi.

Guna mengoptimalkan sisi pelayanan, BSI memanfaatkan integrasi kanal digital aplikasi BYOND by BSI demi memberikan kemudahan akses pengajuan pembiayaan bagi calon konsumen.

Dengan pencapaian positif ini, manajemen optimistis lini bisnis BSI OTO bakal menjadi motor pendorong utama pertumbuhan sektor pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026.

“BSI akan terus memperkuat inovasi produk, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap penguatan industri otomotif nasional,” pungkas Erwan.

Terkini