NTB Salurkan Bantuan Logistik dan Tim Tanggap Darurat ke NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:46:02 WIB
Pengiriman bantuan berupa logistik dan tim tanggap darurat untuk korban gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengirimkan bantuan berupa logistik serta tim tanggap darurat guna membantu para korban gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pengiriman bantuan ini memiliki tujuan utama untuk mendukung proses penanganan darurat, pemenuhan pelayanan kesehatan, penyelenggaraan dukungan psikososial, serta pendistribusian logistik dan peralatan medis di daerah yang terdampak.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerangkan bahwa aksi pengiriman bantuan logistik serta tim kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan empati mendalam terhadap musibah yang sedang dialami oleh masyarakat di NTT. 

Sejak detik-detik awal terjadinya bencana gempa di NTT tersebut, pihak Pemprov NTB langsung bergerak cepat menyiagakan sekitar 30 unit armada kendaraan yang turut didukung oleh alokasi anggaran operasional serta logistik yang memadai.

“Kurang dari 24 jam sejak terjadi gempa tim kami sudah siap,” jelas Gubernur dikutip dari keterangan pers, Senin (17/8/2026)

Tingkat kesiapan tersebut membuktikan bahwa jajaran Pemprov NTB tidak hanya sekadar siap, melainkan benar-benar sigap dalam membantu meringankan beban para korban gempa bumi di NTT. Gubernur menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk pasokan bantuan logistik, khususnya bahan-bahan makanan pokok, sengaja disiapkan langsung di wilayah Bima dengan pertimbangan utama demi efisiensi biaya distribusi.

Kebijakan taktis serupa turut diterapkan pula oleh pemerintah daerah lainnya yang juga berpartisipasi membantu korban gempa NTT, salah satunya adalah pihak Pemerintah Provinsi Bali yang turut memusatkan persiapan logistiknya di Bima. Selepas itu, seluruh logistik tersebut akan diangkut menggunakan armada kapal khusus agar dapat segera didistribusikan ke wilayah NTT.

“Sebagian besar logistik berupa makanan kami siapkan di Bima agar efisien. Sementara bantuan yang disiapkan di Mataram berupa obat-obatan yang merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pihak,” katanya.

Di samping mengirimkan pasokan logistik, Pemprov NTB turut mengerahkan bantuan berupa alat-alat berat serta armada kendaraan fungsional untuk membantu membersihkan timbunan puing-puing bangunan yang runtuh, sekaligus berfungsi membuka kembali akses jalur transportasi darat yang sempat terputus akibat guncangan gempa.

Rangkaian bantuan kemanusiaan tersebut nantinya akan disalurkan secara bertahap melalui berbagai posko darurat, terutama yang berlokasi di daerah Labuan Bajo serta Ende. Konsentrasi penyaluran bantuan ini akan difokuskan secara khusus ke wilayah-wilayah yang mengalami tingkat kerusakan paling parah, seperti di kawasan Kabupaten Manggarai.

Berkaca dari pengalaman pahit saat menghadapi bencana gempa dahsyat pada tahun 2018 silam di Lombok, hal tersebut telah memberikan pelajaran berharga mengenai langkah-langkah tanggap darurat apa saja yang harus segera dieksekusi. Pengalaman itu mencakup bagaimana cara memulihkan permukiman warga yang rusak hingga strategi memitigasi trauma psikologis masyarakat, utamanya kelompok anak-anak.

Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi data yang berhasil dihimpun oleh Lombok Post, paket bantuan logistik dan obat-obatan yang dikirimkan merupakan gabungan sumbangan dari berbagai instansi. Dinas Sosial P3A & RS Universitas Mataram menyerahkan bantuan berupa susu, sarden, abon, mi instan, pembalut, terpal, tenda, serta paket obat dan kesehatan lengkap.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyumbangkan emergency kit type A sebanyak 37 unit, ibu hamil kit 20 unit, PUS kit 16 unit, bayi baru lahir kit 20 unit, ibu bersalin kit 16 unit, personal hygiene kit 110 unit, family kit 23 unit, tenda pelayanan kesehatan 2 unit, tenda posko 2 unit, veltbed 10 unit, serta perlengkapan meja dan kursi lipat.

Selain itu, pihak PMI Provinsi NTB menyerahkan bantuan berupa hygiene kit, terpal, matras, dan selimut. Poltekkes Kemenkes Mataram turut berpartisipasi mengirimkan popok bayi, pembalut wanita, pakaian dalam, biskuit atau regal, serta mi instan.

Dari pihak Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta yang diwujudkan dalam bentuk susu, pampers bayi, mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, tenda, selimut, tikar, serta matras.

Bantuan cadangan pangan turut disalurkan oleh Dinas Ketahanan Pangan berupa cadangan beras Pemprov NTB sebanyak 21 ton; Bulog sebanyak 3 ton beras; AMNT sebanyak 10 ton beras beserta selimut; serta PT Narmada Awet Muda yang menyumbangkan produk air mineral kemasan gelas.

Khusus dari unsur BPBD Provinsi NTB, dikirimkan sebanyak 125 paket sembako, tikar sebanyak 100 lembar, 175 dus air mineral, mi instan, paket pangan, terpal, serta tikar.

Adapun total personil relawan dan petugas yang dikerahkan berjumlah 79 orang. Khusus untuk tim tenaga medis yang diterjunkan terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, serta psikolog dengan total personel mencapai 60 orang.

Tim medis tersebut berasal dari unsur Dinas Kesehatan NTB, jajaran Rumah Sakit Umum lingkup Pemerintah Provinsi NTB sebanyak 53 orang, RS Unram sebanyak 13 orang, serta 4 orang personel tambahan dari Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Sementara itu, personel regu tanggap darurat yang bertugas di luar tim medis berasal dari instansi BPBD NTB, PUPRPKP NTB, serta Dinas Sosial P3A NTB. Guna menunjang mobilitas di lapangan, disiapkan pula armada kendaraan pendukung sebanyak 30 unit yang meliputi mobil rescue, navara, hiace, ambulans, kendaraan dapur umum, truk, excavator, hingga mobil innova.

Terkini