Bank Mega Catatkan Laba Rp1,27 Triliun pada Semester I 2026

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:26:31 WIB
Bank Mega.

JAKARTA - PT Bank Mega Tbk (MEGA) mengumpulkan laba bersih sebesar Rp1,27 triliun hingga Juni 2026, menyusut 6,24 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pada rentang waktu yang sama tahun sebelumnya, perolehan laba perseroan menyentuh Rp1,36 triliun.

Sekalipun menurun, lembaga perbankan milik pengusaha Chairul Tanjung ini masih membukukan peningkatan pada pos pendapatan bunga bersih. Perusahaan mencatat kenaikan tipis pendapatan bunga bersih sebesar 0,16 persen (YoY) menjadi Rp2,56 triliun.

Jika dirinci, penerimaan bunga bank susut 9,94 persen (YoY) menuju angka Rp4,67 triliun hingga semester I 2026. Kendati demikian, pihak perseroan berhasil menekan beban biaya bunga menjadi Rp2,11 triliun pada masa tersebut.

Bank Mega turut mengantongi kenaikan dari pendapatan komisi. Sampai Juni 2026, perseroan menghimpun pendapatan komisi sebesar Rp867,90 miliar, melaju 4,90 persen (YoY) dibanding periode sebelumnya yang tercatat Rp827,36 miliar.

Mengenai peran intermediasi, total kucuran kredit yang disalurkan bank mencapai Rp73,45 triliun, menguat 8,99 persen (YoY) dari kurun waktu yang sama tahun lalu sebesar Rp67,39 triliun. Besaran total aset Bank Mega melonjak 11,73 persen (YoY) hingga Rp144,89 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit sepanjang periode ini ditopang oleh perolehan dana pihak ketiga (DPK) perseroan yang mencapai Rp91,97 triliun. Angka tersebut melompat 6,57 persen (YoY) dari posisi semester I 2025 yang bernilai Rp86,30 triliun.

Pencapaian DPK yang tumbuh ini disokong simpanan giro serta deposito yang melonjak masing-masing sebesar 21,83 persen dan 12,17 persen (YoY) menjadi Rp10,72 triliun dan Rp66,59 triliun per Juni 2026.

Di sisi lain, penghimpunan simpanan tabungan perseroan meluncur turun 19,18 persen (YoY) ke tingkat Rp14,65 triliun. Pada periode setara tahun lalu, angka simpanan tabungan Bank Mega bertengger di posisi Rp18,12 triliun.

Ditinjau dari rasio keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Mega bergeser turun dari 26,30 persen pada semester I 2025 ke level 25,03 persen pada semester I 2026.

Terkait kualitas pinjaman, tampak adanya perbaikan dengan indikator NPL gross berada di angka 1,56 persen dari semula 1,69 persen, serta NPL net menjadi 0,95 persen dari posisi 1,17 persen.

Sementara itu, marjin pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) terkoreksi menjadi 4,36 persen dari kurun waktu setara tahun lalu sebesar 4,38 persen. Indikator beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turut menyusut dari 74,83 persen pada semester I 2025 menjadi 72,65 persen pada semester I 2026.

Terkini