Strategi Adira Finance Tingkatkan Porsi Pembiayaan Produktif

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:55:31 WIB
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang Adira Finance [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance menyampaikan bahwa saat ini portofolio pembiayaan perusahaan masih didominasi oleh jenis pembiayaan konsumtif.

Kendati demikian, Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance, Sylvanus Gani, mengungkapkan bahwa perusahaan ke depannya akan terus berupaya meningkatkan kontribusi pembiayaan produktif secara bertahap guna menciptakan komposisi portofolio bisnis yang jauh lebih seimbang.

“Dalam mendukung pertumbuhan tersebut, Perusahaan menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi dan pasar,” ucapnya, dikutip pada Senin (17/8/2026).

Gani menyebutkan bahwa berbagai upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui pelaksanaan ekspansi bisnis secara selektif ke wilayah-wilayah yang memiliki potensi tingkat pertumbuhan tinggi, pengembangan lini bisnis non-otomotif seperti produk dana tunai yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan produktif.

“Kemudian, penguatan kolaborasi dengan ekosistem grup untuk memperluas basis pelanggan, serta peningkatan customer retention melalui penawaran produk dan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan pelaku usaha,” tuturnya.

Menurut pandangan Adira Finance, peluang dalam penyaluran pembiayaan produktif dinilai masih terbuka cukup lebar, terutama pada sektor-sektor usaha yang ditopang secara langsung oleh kegiatan ekonomi riil. Besarnya peluang ini tercermin jelas dari tingginya kebutuhan pembiayaan terhadap kendaraan komersial serta alat berat guna menunjang aktivitas operasional dan ekspansi bisnis pelaku usaha.

Ke depan, imbuh Gani, pihak Adira Finance melihat bahwa ruang pertumbuhan masih terbuka luas sejalan dengan kebutuhan para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kapasitas serta produktivitas kerja mereka.

“Namun, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang masih dinamis, Perusahaan akan tetap selektif dalam menangkap peluang pertumbuhan, dengan mempertimbangkan prospek masing-masing sektor, profil dan kemampuan bayar konsumen, serta kualitas pembiayaan,” tegasnya.

Gani melanjutkan, salah satu tantangan paling utama dalam menyalurkan pembiayaan produktif adalah bagaimana menjaga kualitas portofolio pembiayaan tersebut agar tetap sehat di tengah situasi ekonomi dan bisnis yang terus bergerak dinamis.

“Untuk memitigasi risiko tersebut, Perusahaan menerapkan proses underwriting yang prudent dan selektif. Perusahaan juga melakukan pemantauan portofolio secara berkala serta memperkuat proses collection,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa porsi realisasi penyaluran pembiayaan produktif oleh industri perusahaan pembiayaan atau multifinance saat ini berada di angka 44,47% dari total keseluruhan penyaluran pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyatakan optimismenya bahwa peluang untuk meningkatkan porsi pembiayaan produktif tersebut masih terbuka lebar. 

Oleh sebab itu, pihak OJK terus mendorong industri multifinance agar konsisten mengoptimalkan penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif demi mencapai target porsi sebesar 46% sampai 48% pada rentang tahun 2026–2027, sebagaimana telah tertuang secara resmi di dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028.

“Termasuk segmen usaha yang memiliki prospek pertumbuhan, dengan tetap menerapkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian,” kata Agusman dalam lembar jawaban RDK OJK Juli 2026, dikutip pada Senin (10/8/2026).

Terkini