Pesona Gibran dan Selvi Ananda Kenakan Baju Adat di HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:15:32 WIB
Pesona Gibran dan Selvi Ananda Kenakan Baju Adat di HUT ke-81 RI.

JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming beserta istri, Selvi Ananda, menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8/2026). Pasangan kenegaraan ini tampil memukau mempresentasikan pesona Nusantara lewat busana adat Rote dan Dayak Kenyah.

Pilihan pakaian ini selaras dengan nuansa patriotik perayaan kemerdekaan yang merayakan ragam kekayaan tradisi.

"Beraneka budaya, satu Indonesia. Keberagaman menjadi kekuatan untuk terus melangkah bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," demikian bunyi keterangan tertulis dalam unggahan akun Instagram Sekretariat Wakil Presiden RI.

Pemakaian busana tradisional oleh tokoh publik menjadi langkah penting dalam merawat budaya. Kehadiran busana daerah di panggung utama menjadi pesan tersirat bahwa warisan leluhur memiliki posisi istimewa yang patut dijaga kelestariannya.

Dalam upacara bersejarah tersebut, Gibran tampil gagah mengenakan pakaian adat Rote asal Nusa Tenggara Timur. Ia memadukan setelan jas hitam dengan selembar kain Lafa bermotif Hua Peni yang disampirkan di bahu.

Tenunan khas masyarakat Rote dikenal memiliki ragam motif indah dengan nilai filosofis yang tinggi. Keberadaan motif pada kain tersebut menyimbolkan tentang kesempurnaan, kecantikan perempuan Rote, serta keindahan alam di Pulau Rote.

Penampilan formal sang Wapres semakin ikonik dengan penutup kepala bernama Ti’i Langga. Aksesori pria ini terbuat dari bahan alami daun lontar yang dikeringkan, dengan wujud yang menyerupai bentuk topi sombrero dari Meksiko.

Sifat alami daun lontar yang mengering akan membuatnya berubah warna dari kekuningan menjadi kian cokelat. Proses ini membuat bagian meruncing pada topi cenderung miring dan sulit ditegakkan kembali, yang melambangkan karakter asli masyarakat Rote.

Ti'i Langga merupakan simbol wibawa dan rasa percaya diri pemakainya, serta pada momen tertentu dipakai saat membawakan tarian tradisional foti.

Selvi mendampingi Gibran dengan mengenakan busana adat Ta’a khas suku Dayak Kenyah yang berasal dari kawasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Pakaian Selvi dipenuhi corak manik-manik yang secara spesifik membentuk motif kalong aga. Motif ini merupakan representasi kuat dari nilai kesederhanaan, kekuatan, serta keterikatan dengan alam maupun para leluhur.

Ta'a pada dasarnya merupakan pakaian tradisional yang khusus diperuntukkan bagi kaum perempuan. Bentuk dasarnya berupa kain sarung berhiaskan anyaman manik kecil warna-warni dengan motif khusus dari alam.

Ukuran kain sarung Ta'a lebih pendek dari sarung biasa. Guna membuat sarung menjadi panjang, bagian bawah Ta'a ditambahi potongan kain aneka warna berbentuk segi empat kecil yang dipasang berselang-seling.

Penampilan istri Wapres tersebut terlihat makin menarik berkat tambahan perhiasan kalung yang menjuntai di area leher dan dada, yang dikenal sebagai Uleng atau kalung manik.

Terkini