Bukan Soal Jam, Begini Cara Tepat Makan Tomat Agar Nutrisi Maksimal

Rabu, 19 Agustus 2026 | 03:08:01 WIB
Ilustrasi Buah Tomat [FOTO: NET].

JAKARTA - Tomat dikategorikan sebagai salah satu superfood yang berlimpah vitamin C, likopen, kalium, dan serat. Kebiasaan mengonsumsi tomat secara konsisten sanggup menekan risiko gangguan jantung, kanker prostat, hingga diabetes tipe 2.

Akan tetapi, waktu mengonsumsi tomat kerap dikaitkan dengan efektivitas penyerapan zat gizinya. Banyak yang mempertanyakan, apakah lebih disarankan mengonsumsi tomat pada pagi atau malam hari?

Merujuk pada penjelasan Ahli Gizi Rumah Sakit Asa Bunda Sukoharjo Kezia Imanuella, pandangan yang menyebut waktu siang sebagai momen paling ideal untuk menyerap antioksidan tomat sejauh ini belum dapat dijadikan acuan baku.

"Sumber yang menyebutkan bahwa waktu terbaik konsumsi tomat merupakan tengah hari masih diambil dari studi yang menggunakan model hewan sebagai populasi penelitian, sehingga masih belum bisa dijadikan pedoman. Topik yang menggali terkait the best time to eat antioksidan juga masih sangat terbatas," jelas Kezia.

Kezia menggarisbawahi, indikator utama penyerapan nutrisi tomat tidak bergantung pada jam makan, melainkan terletak pada teknik pengolahan serta cara konsumsinya.

"Yang saya temukan sebetulnya untuk memberikan nutrisi secara maksimal bukan terkait waktu konsumsi, bukan terkait the best timing, melainkan lebih ke cara pengolahan dan juga cara konsumsi tomat yang tepat," ujarnya.

Alasan Pengolahan Lebih Krusial Dibandingkan Jam Makan Kunci kegunaan tomat bersumber pada kandungan antioksidan bernama likopen. Supaya senyawa likopen dapat diserap secara optimal, tomat wajib diolah melalui prosedur yang sesuai.

"Untuk memperoleh penyerapan likopen secara maksimal, cara pengolahannya bisa dengan pemanasan atau juga penambahan dengan bahan makanan sumber lemak sehat. Secara ilmiah, jika tomat dimakan secara mentah akan lebih sulit untuk diekstraksi dan diserap oleh tubuh karena masih berstruktur all trans. Jika diolah dengan dimasak atau dipanaskan, struktur tomat akan berubah menjadi cis-trans yang akan lebih mudah untuk diserap oleh tubuh,” jelasnya.

Dengan demikian, tomat yang telah melalui proses pematangan justru menyimpan nilai nutrisi lebih tinggi ketimbang yang disantap mentah.

Efek Konsumsi Tomat Terhadap Asam Lambung Sebagian masyarakat ragu menyantap tomat mendekati waktu tidur lantaran cemas akan potensi lonjakan asam lambung. Kezia membenarkan bahwa tomat memang berpotensi memicu refluks, meski dampaknya tidak menimpa semua individu.

"Jawabannya iya, GERD itu memang dapat dipicu oleh beberapa makanan seperti makanan asam/sitrus, makanan pedas, tomat, minuman beralkohol, minuman berkafein, dan minuman karbonasi. Namun, refluks asam lambung tidak serta-merta dirasakan oleh semua orang, melainkan lebih banyak dijumpai pada orang dengan riwayat GERD" kata Kezia.

Kezia menambahkan bahwa pemicunya bukan semata-mata berasal dari buah tomat, melainkan pula dari kebiasaan rebahan atau rehat tidur seketika usai makan.

"Sebagian besar masyarakat Asia memiliki kebiasaan langsung tidur atau berbaring setelah makan, yang mana hal tersebut dapat meningkatkan risiko GERD sendiri. Kalau pada orang tanpa riwayat GERD dengan waktu tidur yang dijeda 2 jam setelah makan, mungkin tidak akan merasakan dampak tertentu. Tapi pada orang dengan lambung yang sudah teriritasi, disertai dengan jam makan yang terlalu berdekatan dengan jam tidur, kejadian refluks asam lambung akan lebih rentan terjadi."

Waktu yang Tepat untuk Mengonsumsi Tomat "Pada populasi sehat tanpa riwayat GERD sebelumnya, konsumsi pagi, siang dan malam hari, dengan cara pengolahan yang tepat itu diperbolehkan saja, pagi siang dan malam hari tidak ada masalah. Hanya saja pada orang-orang dengan riwayat GERD, perlu berhati-hati dalam mengonsumsi tomat di malam hari agar tidak terlalu berdekatan dengan jam tidur untuk mencegah risiko heartburn,” jelas Kezia.

Panduan Konsumsi Tomat Demi Penyerapan Nutrisi Maksimal:

Olah Terlebih Dahulu: Lakukan pengukusan atau penumisan pada tomat agar kandungan gizi di dalamnya lebih mudah diserap tubuh.

Sandingkan dengan Sumber Lemak Sehat: Likopen tergolong antioksidan yang larut dalam lemak. Menyantap tomat bersama tambahan minyak zaitun extra virgin, alpukat, atau telur bakal mendongkrak efektivitas penyerapannya.

Beri Jeda 2 Jam Sebelum Tidur: Bagi pemilik riwayat GERD, jauhi konsumsi tomat di waktu yang terlalu dekat dengan jam tidur.

Terkini