Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Industri Lurik Sekuat Batik

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:26:01 WIB
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengunjungi Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera atau Lurik Prasojo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem industri lurik agar kian berkembang serta memiliki posisi tawar yang kokoh layaknya batik, termasuk lewat perluasan akses pembiayaan hingga daya tembus pasar internasional.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa pemerintah mendukung penguatan ekosistem kain lurik, salah satunya melalui penyaluran pembiayaan LPDB kepada Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera atau Lurik Prasojo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Koperasi yang mengayomi para perajin lurik sejak 1950 tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan ekosistem usahanya sekaligus menaikkan skala bisnis menuju ranah mancanegara.

“Pembiayaan ini bukan hanya agar koperasinya berjalan, tetapi kami harapkan Koperasi Aji Tera dengan Lurik Prasojo-nya bisa naik kelas hingga ke mancanegara. Kami ingin membangun ekosistem tenun dan lurik yang sama kuatnya dengan batik,” kata Farida dalam kunjungan kerja ke Koperasi Aji Tera di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/8).

Menurut Farida, koperasi di sektor riil harus terus diperkokoh agar tidak semata berfokus pada aktivitas simpan pinjam, melainkan turut aktif dalam pengembangan produk lokal.

Penguatan koperasi berbasis warisan budaya ini diproyeksikan mampu membuka peluang yang lebih lapang bagi komoditas lokal untuk menjangkau pasar yang jauh lebih luas.

Farida melengkapi, koperasi yang sudah matang seperti Aji Tera nantinya disiapkan menjadi mitra kolaborasi bagi pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini diharapkan menjadi salah satu saluran utama penyerapan dan pemasaran produk lokal di pelbagai daerah.

Di sisi lain, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai bahwa lurik menyimpan potensi besar untuk dieksplorasi di pasar global karena menyajikan nilai filosofis budaya dan kisah di balik tiap helai motifnya, selain sekadar produk fashion.

Menurutnya, tren konsumen dunia saat ini makin memprioritaskan narasi serta makna mendalam yang melekat pada suatu produk. Hal ini menjadi modal kuat bagi wastra Nusantara, termasuk lurik, untuk mendongkrak daya saing di kancah global.

“Lurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional. Motif garis lurus atau rintik tidak hanya sekadar visual, tetapi membawa narasi kedekatan dengan Sang Pencipta dan harapan keberkahan,” kata Irene.

Pemerintah turut menyiapkan serangkaian strategi demi memperkenalkan kain lurik ke ceruk pasar yang lebih luas, seperti melalui sinergi lintas sektor hingga publikasi aneka motif Lurik Prasojo pada media penerbangan nasional.

Tak hanya itu, wastra tenun juga bakal didorong masuk ke dalam ekosistem ekonomi kreatif serta kultur populer guna menggaet minat generasi muda.

Terkini