Stok Pupuk Subsidi di Karawang & Jabar Safe Masuki Musim Tanam

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:40:02 WIB
Ilustrasi - Stok pupuk yang tersimpan di gudang PT Pupuk Kujang [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pupuk Kujang memastikan ketersediaan pupuk subsidi di daerah Kabupaten Karawang dan Provinsi Jawa Barat (Jabar) berada dalam kondisi aman menjelang musim tanam ketiga periode Agustus-September 2026.

"Sebagai produsen pupuk di Indonesia, PT Pupuk Kujang terus berproduksi guna memenuhi ketersediaan pupuk," kata Officer Hubungan Eksernal, Departemen Komunikasi dan Administrasi Korporat PT Pupuk Kujang, Dondon Try Laksono, saat dihubungi di Karawang, Jabar, Jumat (21/8/2026).

Ia menerangkan, pasokan pupuk bersubsidi saat ini—mulai dari urea, NPK, hingga pupuk organik—sangat mencukupi untuk menopang kebutuhan para petani sepanjang musim tanam ketiga.

Merujuk pada catatan persediaan, stok pupuk urea di wilayah Karawang kini menyentuh 2.625,06 ton. Selain itu, ketersediaan pupuk NPK tercatat sebanyak 2.000,49 ton serta pupuk organik sebesar 204,37 ton. Jika diakumulasikan, jumlah keseluruhan persediaan pupuk urea, NPK, dan organik di Karawang mencapai kisaran 4.829,92 ton.

Tidak sebatas di area Karawang, ketahanan stok pupuk bersubsidi untuk menjangkau seluruh Jawa Barat juga terpantau aman dengan total volume berkisar 84.858,14 ton. Rincian persediaan tersebut mencakup 53.596,09 ton pupuk urea, 29.888,09 ton pupuk NPK, serta 1.373,96 ton pupuk organik.

Dondon menilai, ketersediaan stok yang kuat merupakan salah satu komponen krusial guna menjamin kelancaran alur distribusi pupuk kepada petani, khususnya untuk memenuhi kebutuhan di masa tanam.

Ia menambahkan, terjaminnya pasokan yang cukup di tingkat daerah diharapkan sanggup menyokong kelancaran penyaluran pupuk secara tepat waktu, agar kebutuhan para petani terlayani dan produktivitas sektor pertanian tetap terjaga secara konsisten.

Di sisi lain, catatan dari Pupuk Indonesia menunjukkan bahwa realisasi penyerapan pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat sampai akhir Juli 2026 sudah menyentuh angka 55 persen dari total jatah alokasi tahun 2026 yang sebesar 1.070.997 ton.

Vice President Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Cindy Sistyarani sebelumnya menyebutkan realisasi penyaluran pupuk hingga akhir Juli mencapai 589.991 ton atau 55 persen dari total alokasi.

Penyaluran pupuk subsidi tersebut terinci atas 295.037 ton urea, 292.619 ton NPK Phonska, dan 331 ton pupuk ZA. Adapun untuk komoditas pupuk organik, tingkat penyalurannya dilaporkan telah menembus angka 2.004 ton.

Terkini