Tangani Karhutla Kerumutan, Pemprov Riau Menerjunkan 92 Personel

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:11:02 WIB
Upaya pemadaman titik api di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerjunkan 92 personel tambahan guna memperkokoh penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Penebalan pasukan ekstras dilakukan lantaran masih ditemukan titik api yang membutuhkan eksekusi pemadaman di lapangan.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menguraikan bahwa pasukan tambahan tersebut gabungan dari rupa-rupa instansi, mencakup Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Basarnas. Seluruh personel akan bergabung dengan tim yang sudah disiagakan di area lokasi untuk menguatkan pemadaman dan penanganan karhutla.

“Hari ini kami melepas tim perkuatan lagi, membantu kekuatan lebih kurang 92 personel,” ujar SF Hariyanto, Senin (24/8/2026).

Menurut penjelasannya, ratusan personel selama ini telah dikirim menuju berbagai titik rawan karhutla di Riau. Kekuatan armada tersebut tersebar dan berkolaborasi bareng unsur TNI-Polri, Manggala Agni, beserta regu pemadam kebakaran milik pemerintah kabupaten dan kota.

SF Hariyanto mengungkapkan situasi karhutla di lapangan terhitung amat sulit dikendalikan akibat embusan angin yang membuat api berisiko meluas secara cepat. Di samping itu, karakteristik lahan gambut yang terbakar makin menyulitkan tahapan pemadaman sebab titik api bisa kembali menyala walau area permukaan telah disiram.

“Gambutnya tadi malam, kami berdiri saja di situ kemarin keluar asap. Enggak tahu apinya tidak ada, tapi tahu-tahu asap ada,” katanya.

Hambatan lain yang dijumpai para petugas adalah minimnya pasokan air di lokasi kebakaran. Sejumlah embung dan parit yang semula dijadikan sumber air dilaporkan telah mengering sehingga Pemprov Riau berupaya menggali kembali sumber air guna menunjang proses pemadaman.

Selain menyiagakan tambahan personel, Pemprov Riau melengkapi sarana peralatan pemadam dan membagikan 14.000 masker kepada warga. Pemerintah daerah turut merencanakan pengiriman pasokan oksigen demi menyokong kebutuhan para petugas yang berjuang di tengah paparan kabut asap.

SF Hariyanto mengingatkan seluruh jajaran petugas untuk senantiasa mengedepankan keselamatan selama berada di lapangan. Ia meminta para petugas selalu mengenakan masker lantaran kepulan asap berisiko mengganggu kesehatan, terlebih sebelumnya sempat ada petugas yang pingsan di lokasi karhutla.

Di lain sisi, SF Hariyanto kembali melayangkan imbauan kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, langkah pemerintah bukan sebatas berfokus pada ranah penegakan hukum, melainkan meminimalisasi imbas karhutla yang merugikan publik luas.

“Kami bukan masalah hukumannya. Dampak kerugian kepada masyarakat yang lain inilah. Jangan lakukan, ya, jangan lakukan itu. Ini sangat membahayakan kepada kami semuanya,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi karhutla di wilayah Riau turut dipengaruhi kabut asap kiriman dari kawasan tetangga. Arah angin yang bergerak melaju dari selatan menuju utara membuat kumpulan asap dari area Riau bagian selatan maupun provinsi tetangga berpeluang terbawa ke daerah lain.

Menyoal dampak kabut asap terhadap aktivitas kegiatan sekolah, SF Hariyanto menerangkan Pemprov Riau masih memerlukan kelengkapan data kualitas udara sebagai pijakan penetapan keputusan. Pemerintah daerah bakal terus memantau kondisi udara guna menentukan urgensi meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Untuk area Kota Pekanbaru, Pemprov Riau sementara waktu menimbang opsi meliburkan murid sekolah dasar (SD) karena kelompok usia anak-anak dinilai lebih rentan terpapar bahaya penurunan kualitas udara. Sementara kebijakan untuk level SMA akan diputuskan usai mengevaluasi data kualitas udara.

“Kalau memang telah diyakinkan bahwa ini bisa mengganggu pernapasan, kesehatan, besok Rabu kami liburkan. Yang penting kami ada dasarnya, hitung-hitungannya,” ujarnya.

SF Hariyanto turut menginstruksikan Pemprov Riau untuk bergegas memperbaiki perangkat pemantau kualitas udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) yang sempat rusak. Informasi seputar dinamika kualitas udara nantinya bakal disebarluaskan kepada publik melalui videotron supaya dapat dipantau secara berkala.

“Biar masyarakat pun bukan kami saja yang tahu, masyarakat tahu bahwa kondisi sekarang begini. Akan kami siapkan,” katanya.

Terkini