Sengketa Kontrak Mateta Memanas, Crystal Palace Hadapi Dilema di Bursa Transfer

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05:00 WIB

TRENENERGI.COM — Laporan BBC Sport akhir pekan lalu mengungkap bahwa Mateta tengah berselisih dengan klub mengenai validitas tahun terakhir kontraknya. Penyerang 29 tahun itu membawa kasusnya ke pengadilan independen Premier League dan sidang FIFA, berargumen bahwa perpanjangan kontrak yang diaktifkan klub pada kesepakatan awal 4,5 tahun tidak mengikat secara hukum.

Namun, upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil. FIFA memutuskan perkara ini di luar yurisdiksi mereka, sementara hasil tribunal Premier League dinilai tidak berpihak pada Mateta karena ia masih terikat kontrak dengan The Eagles. Dari kubu klub, sengketa ini dianggap telah selesai.

Hubungan yang Mulai Retak tapi Tak Putus Total

Menariknya, Mateta tetap dimainkan selama 63 menit saat Crystal Palace mengawali Premier League melawan Everton. Hal ini mengindikasikan hubungan pemain dan klub belum sepenuhnya rusak, meski tensi sedang memanas.

Ini bukan pertama kalinya Mateta menghadapi badai di Selhurst Park. Musim lalu, ia sempat nyaris hengkang setelah transfer ke AC Milan batal akibat masalah lutut. Alih-alih mendapat dukungan, ia justru kerap diejek pendukung sendiri saat kembali bermain. Namun, situasi berbalik pada Mei ketika golnya membawa Palace menjuarai UEFA Conference League atas Rayo Vallecano.

Kebanggaan klub pun sempat memuncak saat Mateta mewujudkan mimpi membela Prancis di Piala Dunia. Sumber internal bahkan menyebut adanya simpati terhadap pemain, dengan penilaian bahwa ia mungkin kurang mendapat arahan yang tepat. Namun, para penggemar di media sosial jauh lebih keras mengkritik sikapnya kali ini.

Mengapa Bursa Ini Jadi Penentu

Pakem hukum yang disampaikan pengacara ketenagakerjaan Libby Payne menegaskan: argumen bahwa klausul opsi tidak adil dan batal "memiliki ambang batas tinggi dan jarang berhasil". Dengan kontrak yang masih berjalan 10 bulan, posisi tawar Palace mulai melemah.

Jika tidak menjual Mateta pada jendela ini, Palace berisiko kehilangan pemain secara gratis. Pasalnya, mulai Januari, Mateta sudah bisa menandatangani pra-kontrak dengan klub luar negeri (Bosman). Aston Villa disebut-sebut sebagai salah satu peminat, terutama jika masa depan Ollie Watkins di Midlands mulai diragukan.

Kondisi ini menempatkan Mateta di kursi pengemudi. Pindah dengan status bebas transfer tahun depan jelas lebih menguntungkan secara finansial baginya ketimbang hengkang dengan biaya transfer bulan ini. Wajar jika ia tidak terburu-buru keluar.

Keputusan di Ujung Jalan

Palace sebenarnya sudah mencoba memperpanjang kontrak Mateta selama 12 bulan terakhir, namun selalu gagal. Meski opsi perpanjangan baru tidak sepenuhnya mustahil, sangat sulit membayangkan Mateta berbalik arah setelah ia berjuang keras membuktikan kontraknya saat ini tidak sah.

Yang jelas, Palace hampir dipastikan akan mendengarkan tawaran yang masuk untuk Mateta. Sikap pemain yang menunjukkan keinginan meninggalkan Selhurst Park membuat perpisahan di bursa ini menjadi skenario yang paling realistis.

Terkini