Penyebab Uban Prematur: Genetik, Stres, hingga Defisiensi Nutrisi

Senin, 24 Agustus 2026 | 01:42:02 WIB
Ilustrasi rambut beruban [FOTO: NET].

JAKARTA - Hadirnya beberapa helai rambut putih atau abu-abu pada usia belia kerap membuat seseorang bertanya-tanya mengenai faktor penyebabnya. Uban memang lebih karib diidentikkan dengan proses penuaan. Namun faktanya, perubahan warna rambut juga dapat dialami sewaktu seseorang masih berada di rentang usia 20-an atau 30-an.

Faktor keturunan menjadi salah satu pemicu utama uban muncul lebih dini. Kondisi ini pun dapat terpengaruh oleh tingkat stres serta defisiensi nutrisi tertentu yang memegang peranan dalam pembentukan pigmen rambut.

Melansir dari The Indian Express, dokter spesialis kulit dari Dr Shareefa Skin Care Clinic, Mumbai, Dr Shareefa Chause merinci sejumlah variabel yang mampu memicu rambut kehilangan warna aslinya secara lebih cepat.

Ditentukan oleh Pigmen Melanin Warna pada rambut diproduksi oleh melanin, yakni pigmen yang dihasilkan oleh sel-sel khusus di area folikel rambut.

Kuantitas pembentukan melanin dapat menyusut seiring bertambahnya usia. Saat volume pigmen yang diproduksi kian berkurang, rambut secara perlahan kehilangan warnanya hingga tampak memutih atau abu-abu.

Menurut Chause, faktor genetika memiliki kontribusi besar dalam menentukan kapan titik awal seseorang mulai beruban.

Garis keturunan keluarga dapat dijadikan acuan karena seseorang berpeluang mengalami tumbuhnya uban pada rentang usia yang tidak jauh berbeda dari anggota keluarganya.

Kekurangan asupan gizi tertentu juga sanggup memicu hadirnya uban prematur lantaran berkaitan erat dengan proses sintesis melanin.

“Mineral dan kekurangan nutrisi dapat berkontribusi terhadap uban prematur dengan memengaruhi produksi melanin pada rambut. Kekurangan yang umum dikaitkan meliputi vitamin B12, zat besi, tembaga, feritin, dan terkadang seng,” jelas Chause.

Kendati demikian, hadirnya uban pada usia belia tak lantas secara otomatis menandakan bahwa seseorang tengah mengalami kekurangan suplemen vitamin atau mineral.

Stres dan Nutrisi Bisa Memengaruhi Munculnya Uban Tekanan stres menjadi variabel lain yang dapat memengaruhi sel-sel pembentuk pigmen rambut. Menurut Chause, stres kronis berpotensi mengganggu sel punca melanosit, yakni sel yang bertugas menjaga kesinambungan produksi pigmen rambut.

“Hormon stres dan stres oksidatif dapat merusak sel-sel ini sehingga menyebabkan hilangnya warna rambut lebih awal,” kata Chause.

Keterkaitan antara stres dan timbulnya uban tidak berarti bahwa setiap orang yang berada di bawah tekanan akan seketika memiliki uban.

Faktor ini mesti dicermati berdampingan dengan aspek genetika serta kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Asupan gizi tertentu pun memegang peran dalam menjaga keberlangsungan produksi pigmen rambut. Vitamin B12, zat besi, tembaga, feritin, serta seng termasuk di antara beberapa unsur gizi yang disebut berkaitan erat dengan uban prematur.

Kekurangan gizi yang terdeteksi dan diintervensi sejak awal dapat memberikan respons perbaikan yang berbeda ketimbang uban yang dipicu faktor keturunan.

“Jika uban prematur disebabkan oleh kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, koreksi sejak dini dapat memperlambat atau terkadang membalikkan sebagian kondisi tersebut,” kata Chause.

Sementara pada kondisi yang berakar dari faktor genetik atau proses penuaan alami, perubahan warna rambut umumnya bertahan secara permanen.

Kapan Perlu Memeriksa Kondisi Tubuh? Hadirnya uban sebanyak beberapa helai pada usia muda belum tentu menjadi sinyal gangguan kesehatan.

Pemeriksaan medis dapat dipertimbangkan apabila uban tumbuh dalam kuantitas relatif banyak atau terakselerasi lebih cepat dibanding anggota keluarga lainnya. Chause menyarankan dilakukannya tes kadar vitamin B12 serta profil zat besi, termasuk kadar feritin.

Pemeriksaan fungsi tiroid atau TSH juga dapat ditempuh untuk memetakan potensi indikator lain yang berkaitan dengan kemunculan uban.

Pada situasi tertentu, evaluasi kadar vitamin D, seng, dan tembaga dapat dilaksanakan menyesuaikan dengan anjuran dokter.

Langkah pengecekan tersebut dinilai lebih tepat ketimbang langsung mengonsumsi suplemen tanpa mengonfirmasi apakah tubuh benar-benar mengalami kekurangan nutrisi.

Uban sendiri merupakan bagian dari transformasi biologis yang dapat dipengaruhi beragam aspek. Memahami pemicunya secara tepat dapat membantu merumuskan tindakan yang sesuai, utamanya bila uban tumbuh cukup intensif di usianya yang tergolong masih muda.

Terkini