TRENENERGI.COM — Tekanan biaya produksi akibat krisis chip memori akhirnya memaksa Xiaomi menyesuaikan harga jual produknya. Setelah sebelumnya menyerap sendiri kenaikan biaya komponen, raksasa teknologi asal China ini kini mengumumkan kenaikan harga untuk sejumlah smartphone dan tablet, sebagaimana dikutip dari AndroidAuthority, Senin (24/8/2026).
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa industri smartphone global sedang berada dalam tekanan besar. Kenaikan harga dipicu oleh melonjaknya biaya RAM dan storage, yang menurut Xiaomi sudah berada di luar batas kemampuan perusahaan untuk menanggungnya sendiri.
Daftar HP dan Tablet Xiaomi yang Terkena Kenaikan Harga
Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada lini flagship Xiaomi 17T Pro serta varian POCO X8 Pro dan POCO X8 Pro Max. Di Jepang, harga beberapa perangkat melonjak hingga 20.000 yen atau setara Rp2,2 juta.
Di Indonesia, pantauan CNBC Indonesia pada hari yang sama menunjukkan perubahan harga sudah mulai terlihat di situs resmi Xiaomi untuk lini POCO. Berikut rinciannya:
Xiaomi 17T Pro
Di Jepang, varian 12GB/256GB naik dari 119.800 yen (Rp13,3 juta) menjadi 139.800 yen (Rp15,5 juta). Sementara varian 12GB/512GB naik dari 139.800 yen (Rp15,5 juta) ke 159.800 yen (Rp17,7 juta).
Untuk pasar Indonesia, harga Xiaomi 17T Pro masih bertahan di angka Rp11.999.000 (12GB/256GB) dan Rp12.999.000 (12GB/512GB) sejak pertama kali dirilis. Namun, potensi penyesuaian harga ke depan tetap terbuka lebar.
POCO X8 Pro Max
Kenaikan harga di Indonesia sudah terkonfirmasi untuk lini ini. Varian 12GB/256GB yang semula dibanderol Rp6.699.000 kini naik menjadi Rp7.999.000. Adapun varian 12GB/512GB naik dari Rp7.199.000 menjadi Rp8.499.000.
Di Jepang, varian 12GB/256GB naik dari 79.980 yen (Rp8,9 juta) menjadi 99.980 yen (Rp11,1 juta), dan varian 12GB/512GB naik dari 89.980 yen (Rp10 juta) ke 109.980 yen (Rp12,2 juta).
POCO X8 Pro dan Lini Tablet
Selain varian Max, lini POCO X8 Pro lainnya rata-rata mengalami kenaikan hingga 20.000 yen (Rp2,2 juta). Sementara itu, jajaran tablet Xiaomi terkena penyesuaian harga bervariasi antara 2.000 yen (Rp222 ribu) hingga 10.000 yen (Rp1,1 juta).
Harga baru ini mulai berlaku efektif di Jepang pada 1 September 2026 untuk produk Xiaomi dan Redmi. Untuk lini POCO yang terdampak, harga baru akan menyusul mulai 4 September 2026.
Mengapa Harga Naik dan Apa Dampaknya?
Xiaomi mengaku telah berupaya menyerap pembengkakan biaya modal demi menjaga harga tetap kompetitif. Namun, tekanan inflasi komponen memori yang berkelanjutan dinilai sudah tidak sehat bagi finansial perusahaan.
Langkah ini bukan kasus terisolasi. Apple dikabarkan juga bakal memangkas margin atau menaikkan harga jajaran iPhone terbarunya yang akan meluncur bulan depan. Laporan Reuters menyebut bisnis smartphone Xiaomi sudah tertekan sejak kuartal II-2026, dengan pendapatan terkoreksi 7,5% secara tahunan dan angka pengiriman turun hingga 26%.
Riset Counterpoint Research juga mencatat lesunya pasar China, di mana penjualan HP merosot 13% selama festival belanja 618. Para vendor kompak memangkas diskon dan menaikkan harga untuk menutupi biaya komponen memori yang mahal.
Bagi calon pembeli di Indonesia, terutama yang mengincar POCO X8 Pro Max, keputusan membeli kini perlu lebih cepat. Mengingat tren kenaikan harga komponen yang belum menunjukkan tanda mereda, penyesuaian harga untuk lini lain seperti Xiaomi 17T Pro bisa saja terjadi dalam waktu dekat.