Permintaan Semen Naik di Semester II/2026, Ini Kata Indocement (INTP)

Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:21:32 WIB
Pegawai beraktivitas di dekat papan informasi data saham di kantor BEI [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) memberikan proyeksi bahwa tingkat permintaan semen di pasar domestik akan terus mencatatkan pertumbuhan sepanjang paruh kedua atau semester II/2026. Hal tersebut didorong oleh kombinasi faktor musiman, kondisi cuaca kering yang kondusif, serta akselerasi realisasi penyerapan belanja anggaran pemerintah menjelang penghujung tahun.

Corporate Secretary Indocement Dani Handajani mengemukakan bahwa pihak perseroan senantiasa bersikap cermat dan berhati-hati dalam memburu pertumbuhan volume penjualan seraya tetap mempertahankan kedisiplinan marjin di tengah tekanan fluktuasi nilai tukar valuta asing serta tingginya komponen biaya energi.

“Kami memperkirakan adanya dukungan dari faktor musiman, termasuk cuaca kering dan peningkatan realisasi belanja anggaran menjelang akhir tahun,” kata Dani dalam keterangan resmi perseroan baru-baru ini.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Indocement berhasil membukukan pencapaian pertumbuhan volume yang solid, baik di ranah pasar domestik maupun segmen ekspor selama kurun waktu semester I/2026. Kendati demikian, perseroan tetap menaruh kewaspadaan penuh terhadap risiko tekanan performa marjin yang bersumber dari tingginya nilai tukar mata uang asing serta beban biaya energi.

Dani menambahkan bahwa perseroan telah mengimplementasikan serangkaian langkah strategis yang proaktif guna mengamankan struktur marjin sekaligus menjaga kesinambungan momentum aktivitas proyek konstruksi hingga menyambut semester II/2026.

Permintaan komoditas semen nasional di pasar domestik kembali mencatatkan tren pertumbuhan sebesar 10,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada paruh pertama tahun 2026. Laju pertumbuhan tersebut disokong oleh faktor basis pembanding yang rendah pada semester I/2025 yang sempat mengalami kontraksi di angka 3,1 persen, serta situasi cuaca kering yang sangat mendukung kelancaran pengerjaan konstruksi di lapangan.

Akselerasi pertumbuhan pasar ini terjadi secara merata ke seluruh lini segmen, di mana volume penjualan produk semen kantong mengalami peningkatan sebesar 10 persen (YoY), sementara kategori produk semen curah tumbuh sebesar 10,6 persen.

Di tengah dinamika ekspansi pasar tersebut, volume penjualan domestik Indocement sendiri berhasil tumbuh sebesar 4,9 persen (YoY) sepanjang semester I/2026. Rinciannya, penjualan semen kantong meningkat 3,5 persen, sedangkan segmen semen curah mengalami pertumbuhan sebesar 8,6 persen. Melalui perolehan tersebut, tingkat penguasaan pangsa pasar domestik Indocement berada di posisi 28,1 persen.

Secara kumulatif secara keseluruhan, total volume penjualan produk semen dan klinker Indocement menembus angka 9,564 juta ton pada semester I/2026, atau mengalami eskalasi kenaikan sebesar 7,6 persen apabila dibandingkan dengan perolehan periode yang setara pada tahun sebelumnya. Lonjakan kinerja tersebut ditopang oleh volume penjualan domestik yang bertambah 5 persen serta performa ekspor yang meroket tajam hingga 99,7 persen.

Meninjau dari sudut pandang performa keuangan, Indocement berhasil mengantongi perolehan pendapatan neto senilai Rp8,45 triliun pada semester I/2026, yang bertumbuh 5,2 persen (YoY). Di sisi lain, pos beban pokok pendapatan mengalami kenaikan sebesar 4,4 persen menjadi Rp5,94 triliun sehingga menghasilkan perolehan laba bruto sebesar Rp2,51 triliun.

Sementara itu, pos beban usaha tercatat naik 10,3 persen menjadi Rp1,88 triliun, yang utamanya dipicu oleh pembengkakan biaya pengiriman serta ongkos logistik transportasi. Kendati demikian, pos penghasilan operasi lain—neto melonjak drastis sebesar 242,3 persen hingga menyentuh angka Rp50 miliar, yang mayoritas disumbang oleh keuntungan selisih kurs sepanjang semester I/2026.

Rangkaian kinerja operasional tersebut berbuah pada perolehan marjin laba usaha di level 8 persen serta pencapaian EBITDA sebesar 18 persen pada semester I/2026. Indocement turut membukukan kenaikan pendapatan keuangan—neto sebesar 114,7 persen menjadi Rp12,3 miliar, yang terutama dikontribusikan oleh penurunan tingkat suku bunga atas tanggungan utang PT Semen Grobogan.

Kontribusi positif turut disumbangkan oleh pos bagian atas laba neto entitas asosiasi—neto yang melesat 289,6 persen menjadi Rp36,1 miliar seiring dengan peningkatan profitabilitas dari sejumlah entitas asosiasi terkait.

Berkat akumulasi berbagai faktor pendukung tersebut, perolehan laba bersih Indocement sepanjang semester I/2026 mengalami pertumbuhan sebesar 19,2 persen hingga mencapai angka Rp589,6 miliar.

Menilik dari laporan neraca keuangan, posisi kas perseroan terpantau berada dalam kondisi yang sangat kokoh dengan nilai mencapai Rp3,9 triliun per tanggal 30 Juni 2026.

Sebagai informasi, Indocement merupakan salah satu korporasi produsen semen terbesar di Indonesia yang memasarkan berbagai merek terkemuka seperti Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, hingga Semen Grobogan. Saat ini, perseroan mengoperasikan sebanyak 14 pabrik milik mandiri serta mengelola 2 pabrik tambahan dan 1 fasilitas grinding mill dengan skema sewa, dengan total kapasitas produksi tahunan agregat mencapai 33,5 juta ton semen.

Terkini