TRENENERGI.COM — Kombinasi antara penggemar berat XCOM dan skeptis Star Wars mungkin terdengar aneh, tapi justru di situlah letak keajaiban Star Wars Zero Company. Saya memulai permainan dengan ekspektasi rendah, namun setelah puluhan jam bermain di Xbox Series X, game ini berhasil mencuri hati dan menetapkan standar baru untuk genre turn-based tactics.
Dikembangkan oleh Bit Reactor—studio yang berisi alumni Firaxis dan XCOM—bekerja sama dengan Respawn Entertainment dan EA, game ini adalah bukti bahwa lisensi Star Wars masih bisa menghasilkan karya berkualitas di tangan yang tepat. Berbeda dengan film-film Disney yang belakangan membuat saya merasa lelah dengan waralaba ini, Zero Company justru terasa segar dan relevan.
Kisah yang Terasa Personal dan Sinematik
Alih-alih membuka dengan pertempuran besar, cerita dimulai dari keterpurukan. Pemain berperan sebagai Hawks, mantan kapten Republik yang dipecat secara tidak hormat dan kini memimpin kelompok tentara bayaran bernama Zero Company yang terlilit utang pada klan Hutt. Hidup mereka berubah ketika seorang bangsawan buangan bernama Jae dan perwira Intelijen Republik menawarkan misi yang tidak bisa ditolak.
Misi tersebut membawa mereka berhadapan dengan The Coil, faksi baru yang terinfeksi virus psionik misterius dan membentuk kesadaran sarang yang mengancam galaksi. Alur cerita yang berjalan paralel dengan Perang Clone Wars ini terasa seperti Mass Effect 2 dalam balutan Star Wars—lengkap dengan misi kesetiaan (loyalty missions) yang memperdalam karakter dan membuka kemampuan unik.
Karakter-karakternya menarik, mulai dari padawan Jedi yang membelot, Mandalorian bersenjatakan jetpack, hingga alien bernama Kabb yang gemar menghantam musuh. Saya bahkan rela mengorbankan efisiensi taktik demi mendengar interaksi antarkarakter yang hidup.
Hal yang Disukai: Pertarungan Taktis yang Memanjakan
Bagi penggemar XCOM, sistem pertarungan di sini akan terasa familier. Sistem cover berbasis grid, mekanisme overwatch, dan manajemen posisi pasukan kembali hadir. Namun, Zero Company melangkah lebih jauh dengan sistem advantage points yang memungkinkan pemain melancarkan kemampuan spesial dahsyat—mulai dari tembakan sniper jarak jauh yang dijamin kritis hingga gelombang kejut Force yang mendorong musuh jatuh dari tepian.
Kombinasi kemampuan antaranggota tim menjadi kunci. Pasif tertentu memungkinkan karakter menembak ekstra dalam kondisi tertentu, dan pemain bisa meminta rekan untuk melakukan tembakan lanjutan saat menyerang. Menyusun rangkaian serangan yang membunuh banyak musuh dalam satu giliran memberikan kepuasan yang sulit ditandingi.
Di antara pertempuran, pemain bisa mengeksplorasi lingkungan yang detail dan sinematik—sebuah penyimpangan berani dari formula genre yang biasanya bergaya kartun. Efek cahaya, asap, dan ledakan membuat game ini terasa seperti film interaktif beranggaran besar.
Hal yang Kurang: Masalah Teknis Klasik
Game ini berjalan mulus di 60 FPS pada Xbox Series X, bahkan dengan banyak unit di layar. Namun, ada kalanya frame rate turun saat efek partikel memenuhi layar. Masalah yang lebih mengganggu adalah AI musuh yang kadang terjebak dalam loop dan tidak bisa menyelesaikan gilirannya—bug yang sudah menjadi momok genre ini sejak lama.
Saya juga mengalami beberapa kali crash keras meski sudah memasang patch hari pertama. Fitur autosave berbasis giliran membantu, tapi tetap saja kemajuan bisa hilang. Ini bukan masalah fatal, tapi perlu diingat bagi pemain yang tidak sabaran.
Dari sisi narasi, saya pribadi berharap game ini mengambil nada yang lebih dewasa seperti Star Wars: Andor ketimbang gaya keluarga ala Clone Wars. Namun, ini lebih kepada preferensi pribadi mengingat demografi pemain genre ini kebanyakan sudah berusia kepala tiga.
Kesimpulan: Wajib Dimainkan, Khususnya untuk Penggemar Taktik
Star Wars Zero Company adalah game taktis terbaik yang pernah saya mainkan dalam waktu yang sangat lama. Game ini berhasil melakukan apa yang jarang dicapai genre-nya: membuat saya bermain demi cerita, bukan hanya demi perkembangan karakter. Jika Anda penggemar Gears Tactics, Midnight Suns, atau Final Fantasy Tactics, game ini adalah investasi yang layak.
Bagi penggemar Star Wars yang ragu dengan genre ini, tetap beri kesempatan. Zero Company membuktikan bahwa taktik berbasis giliran bisa terasa sinematik dan emosional. Dengan sistem kesulitan yang bisa disesuaikan—termasuk mode permadeath dan ironman ala beskar mode—game ini menawarkan tantangan bagi semua tingkat keahlian.
Di pasar Indonesia, game seharga penuh seperti ini memang perlu pertimbangan matang. Namun, untuk pengalaman yang menggabungkan kedalaman strategi dan narasi berkualitas, Star Wars Zero Company adalah paket lengkap yang sulit ditolak.