TRENENERGI.COM — Kota Bekasi termasuk wilayah dengan kebutuhan listrik yang tinggi. Karena itu, PLN bergerak cepat memastikan pasokan dari PSEL yang berlokasi di sekitar TPST Bantargebang bisa masuk ke sistem distribusi setempat tanpa hambatan teknis yang panjang.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pembangunan jalur khusus ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan memanfaatkan energi terbarukan secara optimal. "PLN memangkas jarak integrasi jaringan dari semula rencana ke Gardu Induk sejauh 10 kilometer menjadi gardu hubung yang lokasinya lebih dekat," ujarnya.
Strategi PLN Memperpendek Jarak Distribusi
Awalnya, listrik dari PSEL Bekasi direncanakan disalurkan ke Gardu Induk yang berjarak 10 kilometer. Namun, PLN mengubah desain jaringan dengan membangun gardu hubung yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi TPST Bantargebang.
Dengan skema ini, proses penyaluran listrik dari pembangkit menuju jaringan distribusi menjadi lebih efisien. PLN juga akan membangun jaringan penyulang khusus yang menghubungkan PSEL ke gardu hubung tersebut, sebelum akhirnya diteruskan ke pelanggan rumah tangga.
Kapasitas PSEL Bekasi Mencapai 36 MW
PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas terpasang sebesar 36 Megawatt (MW). Namun, daya yang diproyeksikan beroperasi berada di kisaran 27 MW. Jumlah ini cukup untuk menambah pasokan listrik bagi wilayah dengan konsumsi energi tinggi seperti Bekasi.
Keberadaan infrastruktur kelistrikan ini menjadi kunci agar energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah benar-benar bermanfaat. Tanpa jaringan yang memadai, potensi energi dari limbah hanya akan menjadi wacana tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Mengubah Sampah Perkotaan Menjadi Sumber Energi
Proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan kelistrikan, tetapi juga berkontribusi mengurangi beban sampah perkotaan. Dengan beroperasinya PSEL, sampah yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan kini bisa diubah menjadi sumber energi listrik yang memiliki manfaat langsung.
Bagi warga Bekasi, kehadiran PSEL dengan daya operasi sekitar 27 MW menjadi angin segar. Selain menambah keandalan pasokan listrik, proyek ini juga menjadi contoh konkret bagaimana kota besar di Indonesia bisa memanfaatkan limbahnya sendiri untuk kebutuhan energi.
PLN memastikan pembangunan jalur khusus ini akan segera direalisasikan agar integrasi listrik PSEL ke sistem distribusi lokal bisa berjalan sesuai target. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Bekasi sebagai salah satu kota dengan pengelolaan energi berbasis sampah yang lebih maju.