Tenor KPR FLPP Sampai 40 Tahun Dinilai Mampu Perluas Akses Perumahan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:43:32 WIB
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P. Napitupulu, menilai bahwa perpanjangan jangka waktu tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang lebih lama hingga mencapai rentang 40 tahun mempunyai potensi besar dalam menekan besaran nominal cicilan serta memperluas cakupan kelompok masyarakat agar bisa lebih mudah mengakses fasilitas kredit pemilikan hunian.

Lebih lanjut, pihak pemerintah lewat jalur Komite Tapera telah resmi menyetujui opsi pengembangan skema tenor KPR FLPP hingga 40 tahun. Di sisi lain, pihak BTN menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih menantikan kesiapan operasional penerapan skema tersebut sebelum nantinya resmi dirilis dan ditawarkan kepada publik luas.

“Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700.000–Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya,” kata Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Menurut pandangan Nixon, upaya strategis untuk mendongkrak tingkat keterjangkauan daya beli masyarakat ini juga perlu selaras dengan tren dinamika peningkatan kemampuan finansial publik.

Penerapan durasi tenor yang lebih panjang serta beban tingkat suku bunga yang lebih ringan pada fase awal masa kredit dinilai mampu menyediakan ruang keleluasaan bagi masyarakat, terkhusus kalangan generasi muda, untuk mulai bisa mewujudkan kepemilikan rumah sejak usia lebih dini.

“Kami membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu tiga, empat, sampai lima tahun,” jelas Nixon.

Sementara itu, melalui perhelatan ajang Danantara Housing Expo (DHE) 2026, pihak BTN berkolaborasi bersama Danantara serta himpunan bank milik negara (Himbara) dengan menghadirkan penawaran skema pembiayaan KPR yang mengenakan suku bunga kompetitif mulai dari angka 2,75 persen serta jangka waktu tenor hingga mencapai 30 tahun.

Pameran properti akbar yang dilangsungkan di kawasan NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada rentang tanggal 27 sampai dengan 30 Agustus 2026 ini tercatat menghadirkan lebih dari 120.000 alternatif pilihan unit hunian properti dari lebih dari 130 pengembang terkemuka, baik dari kalangan badan usaha milik negara maupun dari sektor swasta.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengemukakan bahwa penyelenggaraan pameran tersebut diarahkan secara strategis untuk mempertemukan tiga elemen pilar utama, yakni ketersediaan pasokan hunian berharga terjangkau, penyediaan skema opsi pembiayaan yang kompetitif, serta kemudahan akses bagi masyarakat luas.

“Danantara Housing Expo 2026 mencerminkan komitmen nyata Danantara Indonesia dan seluruh ekosistem BUMN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah,” ujar Rosan.

Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, berpandangan bahwa ajang Danantara Housing Expo ini berfungsi secara optimal sebagai wadah sinergi kolaboratif untuk mempertemukan berbagai unsur pemangku kepentingan dalam ekosistem industri perumahan.

Jalinan kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak sekadar memperluas aksesibilitas publik terhadap kepemilikan hunian yang layak, melainkan pula mampu memacu lonjakan angka transaksi, mempercepat tingkat penyerapan unit rumah, serta memberikan efek berganda (multiplier effect) yang positif bagi roda perekonomian nasional.

“Danantara Housing Expo bukan hanya sebagai tempat untuk menawarkan rumah, tetapi juga sebagai platform yang menyatukan pembeli rumah, pengembang, bank, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” kata Maruarar.

Terkini