TRENENERGI.COM — Tim pelapor Al Jazeera, Barnaby Lo, melaporkan dari Bidur, Nepal, bahwa warga yang selamat dari banjir kembali mengungsi. Mereka membawa barang-barang seadanya menyusul peringatan akan datangnya banjir bandang lain.
Evakuasi dan Penghentian Pencarian
Peringatan ini tidak hanya menyasar warga sipil. Para pekerja bantuan kemanusiaan di lokasi juga telah menerima perintah evakuasi yang sama.
Konsekuensinya, operasi pencarian korban yang masih dinyatakan hilang terpaksa dihentikan sementara waktu. Keselamatan tim penyelamat menjadi prioritas utama di tengah ancaman bencana susulan.
Kondisi di Lapangan
Bidur merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir di Nepal. Pemandangan warga berjalan kaki sambil menggendong barang berharga menuju tempat yang lebih aman menjadi pemandangan umum di sepanjang jalur evakuasi.
Ketegangan terlihat jelas di wajah para pengungsi. Mereka harus memilih antara tetap bertahan di lokasi yang berisiko atau meninggalkan harta benda demi keselamatan jiwa.
Ancaman Cuaca Ekstrem
Peringatan dini yang dikeluarkan otoritas setempat didasarkan pada prediksi cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda kawasan tersebut. Hujan deras dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan.
Kondisi ini memperburuk situasi yang sudah sulit bagi para korban selamat. Mereka kini menghadapi ketidakpastian ganda: kehilangan tempat tinggal dan ancaman gelombang banjir baru.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa terbaru atau perluasan area terdampak. Tim Al Jazeera di lokasi terus memantau perkembangan situasi dan upaya evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.