Langkah Cipta Perdana PART Targetkan Laba Bersih Naik 46 Komma 18 Persen

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:54:31 WIB
Ilustrasi Karyawan PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART).

JAKARTA - PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART), emiten yang bergerak di bidang otomotif, merambah lini bisnis pabrikasi mesin untuk membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat capaian laba tahunan.

Direktur PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART) Tjoeng Rino Saputra menjelaskan bahwa perseroan mengeksekusi langkah diversifikasi ke sektor nonkomponen otomotif sebagai penopang pertumbuhan keuntungan.

Ia mengungkapkan, PART yang selama ini berfokus pada manufaktur komponen otomotif mulai memperluas portofolio bisnisnya lewat pabrikasi beragam jenis mesin sejak semester II/2026.

Langkah diversifikasi ini dipastikan tidak menggeser fokus utama PART pada industri otomotif. Tjoeng menyebutkan sektor otomotif tetap berada pada tren positif dengan pertumbuhan sekitar 5 persen hingga 15 persen per tahun.

"Bisnis nonotomotif hadir sebagai strategi bisnis [complementary growth engine] dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dan peluang pasar yang makin luas," kata Tjoeng dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8/2026).

Ia berharap perpaduan antara bisnis otomotif dan pengembangan nonotomotif sanggup memperkokoh struktur usaha, menaikkan skala bisnis, serta membuka celah peningkatan pendapatan dan laba bersih yang lebih optimal ke depan.

Melalui penerapan strategi ini, PART tidak hanya menjaga kestabilan bisnis inti yang menjadi fondasi utama, tetapi juga membangun motor pertumbuhan baru yang berpotensi menjadi kontributor kunci bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Tjoeng memaparkan, pada segmen nonotomotif, PART saat ini memproduksi mesin-mesin pendukung sektor pertanian dan peralatan rumah tangga. Portofolio ini berkaitan dengan program pemerintah maupun swasta di bidang pertanian serta industri makanan dan minuman.

Mengacu pada rekam jejak tahun 2025, lini bisnis baru ini diproyeksikan mulai menyumbang hasil pada kuartal III dan mencapai puncaknya pada kuartal IV.

Pada 2026, PART memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,91 persen dibandingkan tahun 2025.

Namun, berkat masuknya pendapatan dari lini nonotomotif, PART optimistis mampu mengamankan kenaikan laba bersih hingga 46,18 persen dibandingkan tahun 2025, atau melonjak 384,86 persen jika dibandingkan posisi Juni 2026.

Ia menambahkan, laba bersih per saham per 31 Desember 2026 diproyeksikan berada di angka Rp15,49 per lembar.

"Merujuk kepada kinerja 2025, PART optimistis proyeksi 2026 tersebut dapat tercapai," ujarnya.

Terkini