TRENENERGI.COM — Pelantikan itu berlangsung di hadapan deretan legenda tenis dunia, termasuk Billie Jean King dan John McEnroe. Federer, yang pensiun pada 2022, mengaku tidak pernah mengejar ketenaran sepanjang kariernya.
"Mereka menyebut ini Hall of Fame, tapi ketenaran tidak pernah menjadi tujuan saya. Tujuan saya adalah menghabiskan hidup melakukan sesuatu yang saya cintai, bersama orang-orang yang mencintainya seperti saya," ujar Federer dalam pidatonya.
Rekor 20 Gelar Grand Slam dan 310 Pekan di Peringkat Satu Dunia
Federer menutup karier dengan koleksi 20 gelar Grand Slam tunggal putra: delapan trofi Wimbledon, enam Australian Open, lima US Open, dan satu French Open. Ia memenangkan Grand Slam pertamanya di Wimbledon 2003 dan menghabiskan 310 pekan sebagai petenis nomor satu dunia—rekor yang kemudian dipecahkan Novak Djokovic.
Hanya Rafael Nadal (22 gelar) dan Novak Djokovic (24 gelar) yang mengoleksi lebih banyak major dibanding Federer. Federer juga meraih medali emas ganda Olimpiade Beijing 2008 bersama Stan Wawrinka, perak tunggal London 2012, serta mengantar Swiss juara Davis Cup perdana pada 2014.
Angka Unik di Balik 24 Tahun Karier: 5.000 Headband dan 7.000 Pasang Kaus Kaki
Dalam pidatonya, Federer sempat memecah suasana haru dengan statistik tak lazim. Sepanjang karier profesionalnya sejak debut 1998, ia mengaku memakai lebih dari 5.000 headband—"lebih banyak dari gabungan Bjorn Borg dan John McEnroe"—serta sekitar 7.000 pasang kaus kaki karena biasa memakai dua lapis.
"Tapi sebenarnya, tidak ada cara untuk mengukur apa artinya berada di sini. Sulit diungkapkan dengan kata-kata," kata Federer sambil menyeka air mata.
Ucapan Terima Kasih untuk Mirka, Edberg, dan Generasi yang Pernah Dilawan
Federer secara khusus berterima kasih kepada istrinya, Mirka, idolanya Stefan Edberg, dan "setiap ball kid yang pernah bertahan" selama pertandingannya. Ia juga menyebut dirinya "sangat beruntung" bisa bermain lintas generasi: dari Andre Agassi dan Lleyton Hewitt, hingga Andy Roddick, Nadal, dan Djokovic.
"Saya butuh tisu dan kacamata hitam untuk melindungi diri sekarang. Ini berantakan sekali," canda Federer. "Seperti yang kalian lihat, saya masih menulis surat cinta untuk tenis. Masa saya sebagai pemain sudah selesai, tapi tenis akan selalu menjadi persimpangan dari semua yang paling saya pedulikan: keluarga, persahabatan, 40 tahun terakhir, dan masa depan yang sedang kami bangun. Tenislah yang bertanggung jawab atas semuanya."