TRENENERGI.COM — Dua kabar berbeda mewarnai akhir pekan kemarin. Di pasar keuangan, harga emas dunia sedang dalam fase konsolidasi setelah sempat menguat tajam. Di sektor transportasi, pengguna Commuter Line Jabodetabek harus menyesuaikan rute perjalanan karena Stasiun Karet ditutup sementara untuk naik-turun penumpang.
Emas Menunggu Arah Kebijakan The Fed
Setelah rebound kuat, pergerakan emas dunia kembali fluktuatif. Pemicunya adalah meredanya tensi geopolitik di Iran yang ikut menekan harga minyak, plus inflasi global yang mulai longgar.
Pelaku pasar kini fokus menunggu hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September. Analisis pasar menunjukkan instrumen XAUUSD berpotensi bergerak di rentang USD 3.900 hingga USD 4.900 per troy ons, dengan titik tengah di kisaran USD 4.400.
Peluang emas menembus level atas masih terbuka lebar jika The Fed memutuskan tidak menaikkan suku bunga. Sebaliknya, jika harga menembus batas bawah USD 3.900, tren pelemahan berisiko berlanjut.
Permintaan Fisik Meningkat Dua Kali Lipat
Dari sisi permintaan fisik, serapan emas global naik signifikan dari sekitar 50 ton pada Juni menjadi 100 ton pada Juli. Sentimen positif ini diproyeksikan ikut mendongkrak harga Logam Mulia di pasar domestik.
Faktor lain yang menahan laju penurunan harga emas dalam negeri adalah potensi pelemahan rupiah yang diperkirakan bisa menyentuh level Rp 17.900 per dolar AS.
Stasiun Karet Tutup Sementara, Penumpang Pindah ke BNI City
KAI Commuter mengumumkan pengalihan layanan naik dan turun di Stasiun Karet mulai 1 September hingga 31 Desember 2026. Penutupan sementara ini untuk mendukung pengerjaan integrasi antara Stasiun Sudirman Baru/BNI City dengan Stasiun Karet.
Selama periode tersebut, seluruh mobilitas penumpang dialihkan ke Stasiun BNI City melalui akses selasar di samping Stasiun Karet.
Lonjakan Aktivitas Penumpang di Dua Stasiun
Integrasi infrastruktur ini krusial mengingat tingginya volume pergerakan penumpang di kawasan tersebut. Sepanjang 2026 hingga Juli, Stasiun Karet mencatat total 2.175.455 pengguna naik dan 2.127.155 pengguna turun.
Sementara itu, Stasiun BNI City melayani 940.478 pengguna naik dan 662.808 pengguna turun. Secara akumulatif, kedua stasiun telah melayani 5.905.896 aktivitas perjalanan penumpang Commuter Line Jabodetabek.
Jadwal KRL Tetap Normal
Meski ada pengalihan rute, KAI Commuter memastikan operasional kereta tidak terganggu. Sebanyak 264 perjalanan KRL lintas Kampung Bandan/Cikarang tetap beroperasi tanpa perubahan jadwal.
Layanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City juga dipastikan berjalan reguler tanpa penyesuaian pola perjalanan selama masa integrasi fisik berlangsung.