Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi, Pemerintah Ingatkan Jangan Cuma Sampai Perakitan

Jumat, 04 September 2026 | 10:30:00 WIB

TRENENERGI.COM — Setelah lebih dari dua tahun mengandalkan mobil impor, BYD akhirnya memproduksi kendaraan di dalam negeri. Pabrik mereka di Subang, Jawa Barat, kini resmi beroperasi dan menandai babak baru industri kendaraan listrik Indonesia.

Target TKDN Hingga 80 Persen

Namun, pemerintah menegaskan bahwa kehadiran fasilitas produksi itu bukan titik akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan pabrik kendaraan listrik ikut menarik industri komponen, pemasok, hingga rantai pasok pendukung ke Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, investasi kendaraan listrik perlu diarahkan agar tidak berhenti pada aktivitas perakitan. “Semakin tinggi nilai TKDN, itu semakin perlu mendapat perhatian dari pemerintah termasuk persiapan-persiapan dalam pemberian insentif,” ujarnya saat peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia di Subang, Kamis (3/9).

Semakin besar porsi produksi dan komponen yang berasal dari dalam negeri, semakin besar pula nilai tambah yang dinikmati industri nasional. Hal ini sejalan dengan target peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik yang ditetapkan bertahap.

Pemerintah menargetkan nilai minimum TKDN mencapai 40 persen hingga 2026. Angka itu naik menjadi 60 persen pada periode 2027-2029, dan 80 persen mulai 2030.

Pemerintah bahkan mulai membuka kemungkinan untuk mengaitkan pemberian insentif kendaraan listrik dengan pencapaian TKDN. Dengan begitu, produsen didorong memperdalam struktur industrinya di Indonesia, bukan hanya merakit.

Terkini