Olah Sampah Jadi Listrik 20 MW, BP Batam Tawarkan WtE ke Jepang

Senin, 07 September 2026 | 21:11:04 WIB
Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan pengembangan waste to energy (WtE) kepada mitra potensial di Jepang sebagai upaya mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi terbarukan [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyodorkan peluang pengembangan Waste to Energy (WtE) kepada calon mitra di Jepang sebagai langkah mengolah masalah sampah menjadi sumber energi terbarukan.

BP Batam mengenalkan kesempatan investasi tersebut dalam forum Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 yang berlangsung di Yokohama, Jepang, pada 3–4 September 2026. Dalam gelaran itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait hadir sebagai pembicara sekaligus panelis pada sesi berformat "Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam: Challenges, Lessons and Partnership Opportunities".

Ariastuty menerangkan bahwa produksi sampah di Kota Batam menyentuh angka sekitar 1.205 ton saban harinya. Volume sedemikian besar dinilai menyimpan potensi kuat untuk disulap menjadi energi melalui pemanfaatan teknologi WtE.

"Dengan jumlah sampah yang mencapai 1.205 ton per hari, Batam memiliki potensi untuk mengembangkan waste to energy. Karena itu, kami menawarkan FS sebagai langkah awal agar proyek ini memiliki dasar kajian yang jelas dan dapat dikembangkan lebih lanjut," kata Ariastuty.

BP Batam membuka pintu kolaborasi bagi mitra yang berpengalaman di bidang pengembangan WtE, termasuk untuk pemodelan Feasibility Study (FS). Penyusunan studi kelayakan ini nantinya bakal diselaraskan bersama kementerian serta lembaga terkait.

Sinyal positif datang dari JFE Engineering Corporation. Seusai sesi pemaparan, BP Batam langsung menggelar pertemuan dengan korporasi asal Negeri Sakura tersebut guna menjajaki peluang penggarapan proyek WtE di Batam.

Berdasarkan kalkulasi awal JFE Engineering, timbulan sampah di Batam berpeluang menghasilkan pasokan listrik sekitar 20 megawatt (MW). Daya setinggi itu diperkirakan sanggup menyuplai kebutuhan listrik hingga 20.000 rumah tangga.

Meski begitu, angka tersebut masih berstatus taksiran awal sehingga memerlukan penelaahan lebih mendalam demi memastikan besaran potensi, pilihan teknologi, kapasitas pembangkit, hingga tingkat kelayakan ekonomi proyek. JFE Engineering pun menyampaikan ketertarikannya untuk bertandang langsung ke Batam demi mendalami potensi kerja sama ini. Pembahasan lanjutan juga bakal melibatkan PT PLN (Persero) selaku calon pembeli energi listrik dari fasilitas WtE tersebut.

Di luar penjajakan sektor energi, partisipasi BP Batam dalam APCC 2026 dimaksimalkan untuk merekatkan kembali sinergi bersama Pemerintah Kota Yokohama. Pada 3 September, jajaran BP Batam bertatap muka dengan Wakil Wali Kota Yokohama guna membahas peluang kemitraan, khususnya pada pengembangan wilayah dan sektor pendukung ekonomi sirkular.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BP Batam membuka keran kerja sama internasional di bidang energi terbarukan, ekonomi sirkular, penerapan teknologi, hingga pengelolaan lingkungan. Ariastuty berharap minat dari calon partner Jepang ini dapat segera direalisasikan lewat pembahasan yang lebih konkret di Batam.

"Kami berharap ketertarikan ini dapat ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret di Batam. Yang kami dorong adalah bagaimana sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi Kota Batam, serta mendorong keterlibatan langsung masyarakat dari hulu ke hilir," ujarnya.

Turut hadir mendampingi dalam agenda pertemuan tersebut yakni Direktur Pengendalian Investasi Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto.

Terkini