Pelni Pastikan Operasional Kapal Tetap Terjaga Imbas Erupsi GAK

Senin, 07 September 2026 | 02:42:31 WIB
Ilustrasi Kapal Pelni sedang berlayar.

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memastikan kegiatan operasional kapal tetap berjalan dan terjaga di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Pelni terus memantau perkembangan situasi serta memastikan aspek keselamatan dan kelancaran operasional kapal tetap menjadi prioritas dalam melayani masyarakat," kata Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Ia menyatakan layanan transportasi laut Pelni dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang memerlukan perjalanan antarkota di tengah adanya penyesuaian operasional transportasi udara.

“Dalam situasi seperti ini, Pelni berupaya memastikan konektivitas masyarakat tetap tersedia melalui transportasi laut," ujarnya.

Ditto mengajak warga yang hendak melakukan perjalanan dari Jakarta untuk mempertimbangkan armada Pelni sebagai pilihan, dengan tetap mencermati jadwal keberangkatan serta ketersediaan tiket.

Melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Pelni menyiagakan sejumlah kapal dengan tujuan Surabaya, antara lain KM Nggapulu, KM Gunung Dempo, KM Labobar, dan KM Dobonsolo. Selain itu, KM Dorolonda turut melayani rute perjalanan menuju Batam, Tanjung Balai Karimun, hingga Belawan.

“Pelni terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan layanan transportasi laut berjalan dengan baik," ucapnya.

Untuk masyarakat yang hendak naik kapal Pelni, Ditto mengimbau agar selalu memeriksa jadwal dan ketersediaan tiket melalui saluran resmi sebelum berangkat.

Selain rute tersebut, Pelni juga memiliki jadwal keberangkatan lain dari Jakarta selama periode September 2026. Jadwal pelayaran ini sewaktu-waktu dapat disesuaikan dengan kondisi operasional di lapangan.

Rincian jadwal kapal Pelni Cabang Jakarta periode 7–30 September 2026 mencakup rute Batam–Belawan menggunakan KM Dorolonda (Voyage 17) yang dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada 10 September 2026 pukul 08.00 WIB dan bertolak kembali pada hari yang sama pukul 15.00 WIB.

Untuk tujuan Surabaya, KM Nggapulu (Voyage 17) tiba di Tanjung Priok pada 7 September 2026 pukul 15.00 WIB dan berangkat pada 8 September 2026 pukul 20.00 WIB melayani rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.

KM Gunung Dempo (Voyage 16) dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 8 September 2026 pukul 00.01 WIB dan berangkat pukul 10.00 WIB melayani rute Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Wasior–Nabire–Jayapura.

KM Labobar (Voyage 17) bakal tiba di Tanjung Priok pada 16 September 2026 pukul 20.00 WIB dan berangkat pada 17 September 2026 pukul 13.00 WIB melayani rute Surabaya–Makassar–Baubau–Ambon–Banda–Tual–Dobo–Kaimana–Fakfak.

KM Dobonsolo (Voyage 16 Rute B) bersandar di Tanjung Priok pada 17 September 2026 pukul 13.00 WIB dan berangkat pada 18 September 2026 pukul 01.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Baubau–Sorong–Manokwari.

KM Nggapulu (Voyage 18) tiba di Tanjung Priok pada 21 September 2026 pukul 15.00 WIB dan berangkat pada 22 September 2026 pukul 18.00 WIB untuk rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.

KM Gunung Dempo (Voyage 17) dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 23 September 2026 pukul 04.00 WIB dan berangkat pukul 18.00 WIB melayani rute Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Wasior–Nabire–Jayapura.

Sementara itu, KM Labobar (Voyage 18) dijadwalkan bersandar di Tanjung Priok pada 30 September 2026 pukul 20.00 WIB, dengan jadwal keberangkatan yang masih menunggu penetapan emplooi.

Terkini