AKRA Alokasikan Capex Rp1 Triliun pada 2026, Intip Penggunaannya

Selasa, 08 September 2026 | 23:10:02 WIB
Jajaran Manajemen PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) dalam agenda konferensi pers terkait paparan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2024 serta kinerja kuartal I/2025 pada Senin (28/4/2025) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) mendekati angka Rp1 triliun pada 2026. Dana belanja modal tersebut bakal dimanfaatkan di antaranya untuk pembangunan serta pengembangan terminal tangki di beberapa kawasan.

Kepala Investor Relations AKRA Ignatius Teguh Prayoga menerangkan bahwa penyerapan belanja modal sampai pada kuartal II/2026 telah menyentuh angka Rp546 miliar.

"Untuk di tahun ini kami mengalokasikan capex sekitar Rp1 triliun. Kegunaannya kami alokasikan untuk entrance capex, kemudian akuisisi satu kapal, dan juga pengembangan terminal baik di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, sekaligus untuk melengkapi beberapa fasilitas utilitas di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE)," kata Yoga dalam Public Expose, Selasa (8/9/2026).

Yoga menguraikan bahwa pengeluaran modal yang direalisasikan perseroan difokuskan secara cermat guna menjamin keandalan sarana infrastruktur serta rantai distribusi, lalu menopang pertumbuhan area industri JIIPE utamanya di bidang infrastruktur maupun utilitas yang tengah melaju seirama dengan keperluan para tenant.

Pihak perseroan turut memastikan tiap penanaman investasi bakal ditakar berdasarkan kejelasan permintaan, potensi imbal hasil, serta dampaknya terhadap kondisi keuangan AKRA.

Memperhatikan tingkat imbal hasil atas investasi yang dieksekusi AKRA, return on equity (ROE) beserta return on asset (ROA) pada semester I/2026 masing-masing sanggup dipertahankan pada kisaran 20%-22% dan 7%-8%.

Laju profitabilitas yang dapat dijaga ini merupakan buah dari meningkatnya peranan sektor kawasan industri beserta langkah diversifikasi usaha yang dieksekusi oleh perseroan.

Adapun porsi kontribusi kawasan industri JIIPE pada perolehan pendapatan AKRA terangkat dari 4% di semester I/2025 menjadi 6% di semester I/2026. Sumbangan kawasan industri atas raihan laba kotor perseroan turut melonjak tajam dari 19% menuju posisi 26%.

Saat ini, AKRA tengah menggarap proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) yang ditargetkan rampung dan siap beroperasi di semester II/2029.

Proyek tersebut bakal menjadi bagian terpadu dari sarana terminal gas di JIIPE dengan daya tampung 4 juta ton per tahun yang ditunjang oleh FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik. Anggaran investasi untuk proyek ini menyentuh US$400 juta hingga US$450 juta yang dijalankan perseroan lewat skema joint venture bersama BW FSRU VII, yakni entitas anak tidak langsung dari BW LNG.

Yoga menerangkan bahwa penyerapan belanja modal AKRA senantiasa dieksekusi dengan tetap menjaga daya tahan neraca keuangan perusahaan.

"Pelaksanaan [belanja modal] juga akan dilakukan secara bertahap agar pertumbuhan tetap berjalan tanpa mengurangi fleksibilitas neraca dan kemampuan perseroan memberikan nilai kepada pemegang saham," pungkasnya.

Terkini

Cara Membuat Tempe Bacem Rumahan yang Praktis dan Lezat

Selasa, 08 September 2026 | 00:33:02 WIB

Perkuat Integrasi, Gojek dan KAI Tata Area Stasiun Bogor

Selasa, 08 September 2026 | 00:23:31 WIB

Tur Arirang di LA Cetak Rekor, BTS Sedot 1,92 Juta Penonton

Selasa, 08 September 2026 | 00:17:01 WIB

Manfaatkan Spektrum Baru, TOWR Bidik Pertumbuhan Pendapatan

Selasa, 08 September 2026 | 23:37:32 WIB