Hari Aksara Internasional Mendikdasmen Dorong Gerakan Bulan Literasi

Selasa, 08 September 2026 | 02:39:31 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengimbau seluruh lapisan masyarakat guna menggiatkan kembali Bulan Literasi seiring momen peringatan Hari Aksara Internasional yang diperingati saban 8 September.

Ia memaparkan perayaan Hari Aksara Internasional periode ini mengusung gagasan “Literasi untuk Sesama, Semesta dan Sejahtera” yang diselaraskan dari tema global keluaran UNESCO, yakni “Literacy for The People, The Planet and Prosperity”.

“Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 ini sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan Bulan Literasi melalui kegiatan nyata di berbagai daerah dan komunitas,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat membuka Peringatan Hari Aksara Internasional secara daring melalui Youtube Kemendikdasmen di Jakarta Pusat pada Selasa.

Ia menerangkan lebih mendalam bahwa penggiatan Bulan Literasi itu dapat diwujudkan lewat beragam aktivitas praktis yang dirancang dekat dengan kehidupan warga, menyajikan proses belajar penuh makna, serta melibatkan peserta didik, keluarga, hingga komunitas.

Mendikdasmen turut menyerukan kepada warga untuk mengintegrasikan kegiatan literasi ke dalam pola hidup harian, seperti membiasakan membaca secara kritis, tidak telan mentah informasi, melainkan cermat menganalisis, mempertanyakan, serta memverifikasi tiap kabar di tengah maraknya era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Di samping itu, Mendikdasmen mengutarakan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penggerak di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Taman Bacaan Masyarakat, Forum Asosiasi PNFI, hingga berbagai kelompok literasi yang konsisten menjadi garda depan dalam menyebarkan semangat membaca hingga ke kawasan terpencil.

Di pihak lain, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menyampaikan pesan bahwa tolok ukur keberhasilan aksi penguatan literasi tidak diukur dari kemewahan seremoni Hari Aksara Internasional, melainkan dari dampak perubahan positif pada kehidupan masyarakat.

“Mari jadikan September 2026 sebagai momentum, dari membaca menjadi memahami, dari memahami menjadi peduli, dari peduli menjadi bergerak, dan dari gerakan itulah lahir kesejahteraan,” kata Tatang.

Tatang menambahkan, Peringatan 60 Tahun Hari Aksara Internasional mestinya dijadikan pijakan kokoh supaya kian banyak individu yang mahir membaca situasi global, menangkap perkembangan zaman, serta menentukan arah masa depannya secara mandiri.

Peningkatan kapasitas literasi lewat formula 3S menjadi langkah nyata jajarannya dalam meluncurkan gerakan guna mencetak SDM Indonesia yang mandiri sekaligus sejahtera.

“Literasi untuk Semesta, Sesama, dan Sejahtera, bukan sekedar tema. Ini adalah gerakan kami, tanggung jawab kami, dan ikhtiar kami untuk Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera,” ujar Tatang.

Terkini