Terdampak Erupsi Gunung Lewotolok Bandara Wunopito Ditutup Sementara

Selasa, 08 September 2026 | 03:07:31 WIB
Petugas AirNav Indonesia saat menantau aktivitas penerbangan di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta

JAKARTA - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menerbitkan notice to airmen (NOTAM) mengenai penutupan sementara Bandara Wunopito, Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Lewotolok.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menyampaikan bahwa merujuk pada NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26, Bandara Wunopito (WATW) ditetapkan berstatus CLOSED sejak pukul 07.01 WIB, Selasa (8/9/2026). Penghentian operasional penerbangan ini dijadwalkan berlangsung sampai estimasi pukul 06.00 WIB, Rabu (9/9/2026).

"Dalam NOTAM tersebut disebutkan penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok," ujar dia.

Ia memaparkan, penutupan penerbangan dilakukan lantaran aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang terus bergejolak. Sejak Selasa (8/9/2026) pukul 06.35 WITA, gunung api tersebut kembali menyemburkan erupsi dengan tinggi kolom abu terpantau sekitar 800 meter di atas puncak serta mengarah ke barat.

"Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila berada di wilayah penerbangan," katanya menjelaskan.

Meskipun begitu, Hermana menegaskan pergerakan abu vulkanik dan pembaruan aktivitas gunung api tetap diawasi secara intensif guna keperluan penerbitan informasi aeronautika. AirNav Indonesia terus memantau pola sebaran abu Gunung Ili Lewotolok dan kawasan sekitar jalur penerbangan.

"Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan," ujar dia.

Guna menjaga keamanan lalu lintas udara, AirNav Indonesia juga meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait demi memastikan kabar terbaru mengenai kondisi ruang udara serta operasional penerbangan terdistribusi dengan baik.

"Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AirNav Indonesia dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan," kata dia.

Terkini