Kemenkes Siagakan 413 RS dan 830 Puskesmas Hadapi Erupsi Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 20:47:31 WIB
Ilustrasi Debu di mobil yang bercampur dengan abu vulkanik [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiagakan ratusan rumah sakit (RS) beserta puskesmas untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kemenkes telah menyiagakan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas di 20 kabupaten/kota terdampak, termasuk menyiapkan pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, dan ambulans," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman dalam keterangannya, dikutip Rabu (9/9/2026).

Merujuk pada hasil pemantauan Kemenkes, area yang terkena sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau meliputi kurang lebih 23,36 juta jiwa yang tersebar di kawasan Lampung, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Pihak Kemenkes terus mengawasi kondisi kesehatan warga, tingkat kualitas udara, serta kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan di daerah terdampak.

"Kami memastikan sistem pelayanan kesehatan tetap siap menghadapi dampak erupsi, terutama gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Pemantauan dilakukan secara berkala," jelas Aji.

Di samping rumah sakit dan puskesmas, Kemenkes turut menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 serta Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di tingkat kabupaten/kota sebagai fondasi respons kedaruratan medis.

Pasokan logistik kesehatan pun telah dikirimkan, mencakup lebih dari 100.000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata pelindung (goggle), hingga obat-obatan beserta alat kesehatan tanpa dipungut biaya ke titik terdampak di Lampung, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan Aji menjelaskan, abu vulkanik berpotensi memicu pelbagai gangguan kesehatan, terutama yang menyerang saluran pernapasan. Partikel mikro seperti PM2,5 sanggup menembus bagian dalam paru-paru serta memicu peradangan hingga gangguan kardiopulmonal.

Kelompok yang memerlukan atensi ekstra mencakup anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), hingga pekerja yang beraktivitas intensif di ruang terbuka.

Kemenkes mendeteksi tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), utamanya di wilayah Banten, Lampung, dan Jawa Barat. Kendati demikian, untuk kasus pneumonia belum dijumpai pola peningkatan yang merata di seluruh daerah terdampak.

"Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan, terutama kelompok rentan," kata Aji.

Jika merasakan gejala batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan usai terpapar abu, Aji mengimbau warga agar bergegas memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Terkini