BNI Tetap Raih Profit dari Kredit Kopdes Merah Putih Bunga Rendah

Kamis, 10 September 2026 | 22:32:02 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang BNI [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) menegaskan bahwa penyaluran pembiayaan untuk program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) tetap memperhitungkan tingkat profitabilitas, walaupun suku bunga yang dipatok lebih rendah bila dibandingkan dengan kredit komersial.

Investor Relation BNI Yohan Setio menjelaskan, penyaluran pinjaman untuk proyek milik pemerintah tetap dijalankan atas dasar analisis kelayakan bisnis. Pihaknya tidak memberikan keistimewaan khusus hanya lantaran suatu proyek tergolong program pemerintah.

“Tidak ada perlakuan khusus hanya karena statusnya milik pemerintah. Kami tetap melakukan analisis proyek per proyek dan menggunakan risk based pricing,” ujar Yohan dalam Public Expose Live 2026, dikutip Kamis (10/9/2026).

Akan tetapi, untuk proyek-proyek tertentu yang tergolong program strategis nasional, BNI dapat menetapkan tingkat bunga kredit yang lebih murah karena mempertimbangkan profil risiko yang berbeda. Salah satu contohnya yakni pembiayaan Kopdes Merah Putih yang dieksekusi melalui Agrinas.

Menurut Yohan, suku bunga pinjaman bagi program tersebut berada pada tingkat kisaran 6%, lebih murah jika disandingkan dengan rata-rata bunga kredit komersial BNI yang bertengger di kisaran 7%.

“Untuk proyek seperti ini sumber pembayarannya akan datang dari APBN secara langsung. Sehingga secara teori profil risikonya menjadi sangat rendah. Itu yang menjadi alasan pricing-nya bisa sedikit lebih rendah,” jelasnya.

Walau begitu, Yohan menekankan bahwa skema pembiayaan tersebut tetap menghasilkan keuntungan bagi perseroan. Menurut Yohan, saat menggarap proyek pemerintah, sasaran utama perbankan bukan sekadar mengejar profit maksimal, melainkan juga memelihara keseimbangan antara laba yang wajar dan kontribusi bagi pembangunan nasional.

“Secara bottom line masih ada profit yang bisa dipetik oleh Bank Himbara. Kami balance antara profit yang wajar dan membangun negara,” katanya.

Terkini