Wapres Gibran Minta Sosialisasi Masker Diperkuat Imbas Karhutla

Kamis, 10 September 2026 | 23:46:01 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming.

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menggarisbawahi krusialnya pemahaman publik guna meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurutnya, sosialisasi terkait pemakaian masker mesti terus ditingkatkan supaya warga mengerti langkah proteksi diri yang mesti dilakukan sewaktu mutu udara memburuk akibat kepungan asap.

“Tolong tingkatkan edukasi masyarakat, utamanya dalam menggunakan masker,” kata Gibran, saat meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Selatan, pada Kamis (10/9/2026), dikutip dari keterangan tertulis.

Gibran turut memantau kesiapsiagaan fasilitas kesehatan Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru dalam menanggulangi dampak karhutla.

Mantan wali kota Solo tersebut mendorong kesiapan sarana maupun layanan kesehatan supaya sanggup merespons dampak karhutla secara cekatan dan tepat, khususnya untuk memberikan pertolongan bagi kelompok rentan.

“Dalam penanganan karhutla, menjaga keselamatan dan kesehatan warga, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas adalah penting,” ujar dia.

Oleh sebab itu, Gibran menginstruksikan kesiapan rumah sakit agar menjadi fokus utama, seperti ketersediaan logistik obat, pasokan oksigen, ketersediaan ranjang pasien, tenaga medis, hingga skema rujukan.

Ia menilai kesiapan tersebut krusial demi menjamin warga terdampak bisa memperoleh penanganan secara sigap sewaktu membutuhkan bantuan medis.

“Rumah sakit harus siap, terutama untuk anak-anak dan kelompok rentan. Obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, dan sistem rujukan harus dipastikan tersedia ketika dibutuhkan,” papar dia.

Selain itu, ia turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para nakes yang konsisten memberi pelayanan medis kepada warga di tengah situasi karhutla.

Ia menegaskan keberlanjutan layanan kesehatan merupakan pilar utama dalam pemulihan karhutla yang tak sekadar berfokus pada pemadaman titik api, melainkan juga perlindungan keselamatan masyarakat.

“Terima kasih untuk Bapak-Ibu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang terus melayani masyarakat selama kondisi karhutla,” ucap Wapres RI.

Sebagai informasi, kondisi karhutla di Kalimantan Selatan masih menjadi atensi serius seiring tingginya frekuensi insiden dan luas area terdampak.

Dalam rentang 1 Januari sampai 10 September 2026, tercatat 2.963 kali insiden karhutla dengan estimasi luasan area terbakar mencapai 20.206,06 hektar.

Banjarbaru masuk dalam daftar tiga kabupaten/kota dengan frekuensi insiden tertinggi, yakni 588 kali kejadian, dengan estimasi lahan terdampak mencapai 2.539,97 hektar.

Terkini