Kinerja AXA Mandiri Catat Premi Unit-Linked Melesat 16 Persen di 2026

Kamis, 10 September 2026 | 02:03:32 WIB
PT AXA Mandiri Financial Services.

JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services mencatat pendapatan premi dari Produk Asuransi yang Dikaitkan Investasi (PAYDI) atau unit-linked senilai Rp2,3 triliun pada paruh pertama semester I 2026.

Chief Marketing, Product & Transformation AXA Mandiri Theodores Tangke mengungkapkan bahwa perolehan tersebut tumbuh 16 persen jika dibandingkan dengan pencapaian periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun.

Menurutnya, tren pertumbuhan ini membuktikan menguatnya kepercayaan serta pemahaman nasabah pada instrumen unit-linked sebagai solusi keuangan jangka panjang yang memadukan manfaat proteksi dan potensi pengembangan nilai investasi.

“Kami melihat semakin banyak nasabah yang mencari solusi yang tidak hanya memberikan perlindungan bagi diri dan keluarga, tetapi juga membantu mereka mempersiapkan berbagai tujuan keuangan di masa depan,” tuturnya pada Rabu (9/9/2026).

Theo menjelaskan dari aspek demografi nasabah, lini produk unit-linked umumnya banyak diminati masyarakat usia produktif yang membutuhkan perlindungan jangka panjang sekaligus mempersiapkan dana pendidikan anak, rencana pensiun, maupun perlindungan aset.

“Mereka umumnya memiliki orientasi investasi jangka panjang dan memahami pentingnya membangun ketahanan finansial secara bertahap melalui solusi yang terintegrasi,” sebutnya.

Pihak AXA Mandiri menilai prospek pasar produk unit-linked masih sangat menjanjikan hingga penghujung tahun 2026, khususnya bagi konsumen yang memerlukan kombinasi antara asuransi jiwa serta pengembangan dana investasi.

Perusahaan terus menguatkan mutu produk, memperluas variasi opsi investasi, dan mengelola portofolio secara aktif agar nasabah meraih hasil optimal yang sejalan dengan situasi pasar.

“Selain itu, kami secara konsisten melakukan pemantauan dan penyesuaian strategi investasi untuk menjaga keseimbangan antara potensi hasil dan tingkat risiko,” ucapnya.

Di tengah optimisme tersebut, Theo menyebut tantangan utama pemasaran unit-linked masih terletak pada variasi tingkat pemahaman masyarakat mengenai karakteristik produk, tingkat risiko, serta pentingnya orientasi investasi jangka panjang.

“Karena itu, bagi AXA Mandiri, fokus utama bukan hanya meningkatkan penjualan produk, tetapi memastikan setiap nasabah memahami produk yang dipilih sehingga dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan profil risikonya,” jelasnya.

AXA Mandiri terus berkomitmen memperluas program edukasi serta literasi keuangan agar masyarakat senantiasa memanfaatkan produk unit-linked seiring meningkatnya kebutuhan perencanaan finansial jangka panjang.

“Karena itu, AXA Mandiri akan terus mengutamakan transparansi, edukasi, dan kesesuaian produk dengan kebutuhan nasabah. Pada akhirnya, kepercayaan dan pemahaman nasabah merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan unit-linked yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total perolehan premi unit-linked secara nasional tumbuh 10,3 persen year on year (YoY) hingga mencapai Rp35,73 triliun pada semester I 2026.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menegaskan tren positif tersebut dipicu oleh preferensi masyarakat yang mengincar produk proteksi yang dilengkapi komponen investasi.

“Mungkin juga melihat instrumen investasi pada turun semua, jadi kesempatan untuk masuk. Maksudnya advisor kita pada ngomong sama nasabah. This is the right time for you to enter this product. Karena itu bisa gain ke depan untuk jangka panjang,” ucapnya pada Senin (31/8/2026).

Terkini