Wapres Gibran Tinjau Langsung Gereja Rusak Akibat Gempa Minahasa Sulawesi

Selasa, 07 April 2026 | 13:45:37 WIB
Wapres Gibran Tinjau Langsung Gereja Rusak Akibat Gempa Minahasa Sulawesi

JAKARTA - Runtuhnya plafon Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus di Desa Rumengkor menjadi simbol kerasnya guncangan gempa tektonik magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026 pagi. 

Plafon yang ambruk sempat menjadi perhatian umat yang sedang mempersiapkan rangkaian perayaan Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Paskah. Meskipun kondisi gereja sempat terganggu, aktivitas ibadah tidak sepenuhnya berhenti. 

Umat langsung melakukan pembersihan setelah peristiwa tersebut, sehingga jalannya peribadatan dapat tetap berjalan dengan lancar.

Banyak umat yang hadir di gereja menyatakan kekhawatirannya atas kerusakan struktural, terutama setelah melihat plafon dan beberapa bagian interior yang kini tinggal rangka. 

Menurut Pastor Paroki Emmanuel Ohoiwutun, MSC, kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi jemaat untuk menjaga kelangsungan kegiatan keagamaan secara aman.

Kehadiran Wapres Gibran di Gereja

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus dengan mengenakan kemeja lengan panjang abu-abu tua dan celana panjang hitam. Kehadiran Wapres tidak hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga untuk melihat langsung kondisi gereja yang terdampak gempa.

Dalam kunjungannya, Wapres didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, dan Pastor Paroki Emmanuel Ohoiwutun. Kehadiran pejabat daerah dan pihak gereja menunjukkan koordinasi antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam menangani dampak gempa.

Interaksi dengan Masyarakat dan Jemaat

Di dalam gereja, Wapres Gibran terlihat bercakap-cakap dengan gubernur, pastor, dan pejabat setempat. Ia juga menyempatkan diri bersalaman dengan warga Desa Rumengkor dan berfoto bersama para jemaat. 

Interaksi ini dianggap penting untuk memberi semangat kepada umat yang terdampak, sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pemulihan fasilitas ibadah pasca-bencana.

Menurut Pastor Paroki Emmanuel Ohoiwutun, kunjungan Wapres memberikan dorongan moral bagi umat. 

“Aktivitas beribadah masih berjalan dengan baik setelah kejadian plafon ambruk. Umat kemudian melakukan pembersihan,” ujarnya. 

Kehadiran pejabat tinggi negara di lokasi memperkuat rasa aman dan kepedulian terhadap kebutuhan spiritual warga setempat.

Upaya Pemerintah Mendukung Pemulihan

Selain memberikan dukungan moral, kunjungan Wapres Gibran juga menjadi momen koordinasi terkait langkah-langkah perbaikan. Pemerintah daerah bersama pihak gereja akan mengevaluasi kerusakan struktural dan mengatur perencanaan renovasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan ibadah umat.

Wapres menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas keagamaan dalam memulihkan fasilitas yang terdampak gempa. Dengan pendekatan ini, perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga kegiatan keagamaan tidak terganggu terlalu lama.

Apresiasi dan Harapan Jemaat

Pastor Emmanuel dan umat memberikan apresiasi atas perhatian Wapres dan jajaran pejabat. Kehadiran mereka dianggap sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan umat, terutama di momen yang sensitif seperti rangkaian perayaan Paskah.

Selain itu, kunjungan ini diharapkan mampu memotivasi warga untuk tetap menjaga semangat dan ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana alam. 

Pastor Emmanuel menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan jemaat penting untuk mempercepat pemulihan fisik gereja serta memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas umat Minahasa.

Terkini