Danantara

Danantara Siapkan Platform Investasi Untuk Proyek Energi Berbasis Sampah Nasional

Danantara Siapkan Platform Investasi Untuk Proyek Energi Berbasis Sampah Nasional
Danantara Siapkan Platform Investasi Untuk Proyek Energi Berbasis Sampah Nasional

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan platform investasi untuk pengembangan energi berbasis sampah atau waste-to-energy (WtE). 

Langkah ini bertujuan mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menangani masalah pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menyampaikan dalam ISEI Industry Matching dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) bertajuk “Proyek Waste-to-Energy terhadap Ketahanan Energi Nasional” bahwa pengembangan WtE menjadi prioritas strategis. 

Acara ini berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, dan diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto serta Bank Indonesia.

Tantangan Teknis Pengolahan Sampah di Indonesia

Menurut Muliaman, persoalan sampah di Indonesia tidak sederhana. “Salah satu masalah utamanya adalah belum adanya pemilahan sejak dari rumah tangga, sehingga di hilir membutuhkan teknologi yang lebih kompleks,” ujarnya.

Di negara maju, masyarakat terbiasa memilah sampah sejak sumber, sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien dan menghasilkan nilai tambah lebih tinggi. Sebaliknya, di Indonesia, sampah yang tercampur menyebabkan kualitas bahan baku energi rendah. Bahkan, sebagian material bernilai kalor tinggi sudah diambil pengumpul sebelum sampai ke TPA, menyisakan sampah berdaya bakar rendah.

“Kondisi ini membuat efisiensi pengolahan menjadi rendah dan biaya menjadi lebih tinggi karena perlu proses tambahan seperti pengeringan,” tambahnya.

Faktor Sosial dalam Rantai Pengelolaan Sampah

Selain aspek teknis, faktor sosial juga menjadi tantangan karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pemulung hingga pengelola TPA. Edukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak awal menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas program WtE.

Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi proyek. 

Sampah yang terpilah memungkinkan pengolahan lebih optimal, biaya berkurang, dan energi yang dihasilkan lebih tinggi. Hal ini membuat program WtE menjadi solusi berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai kota.

Platform Investasi Kolaboratif

Untuk mendorong percepatan WtE, Danantara menyiapkan platform investasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan perguruan tinggi. 

Dalam platform ini, Danantara bertindak sebagai co-investor, untuk meningkatkan kepercayaan investor lain berpartisipasi dalam proyek strategis pengolahan sampah menjadi energi.

“Danantara hadir untuk memfasilitasi kolaborasi. Dengan adanya platform ini, kota-kota lain bisa ikut bergabung sehingga pengembangan proyek dapat lebih cepat,” kata Muliaman. 

Pendekatan ini diharapkan mempercepat pembangunan proyek sekaligus mempermudah koordinasi lintas kota.

Proyek Strategis Nasional Pengolahan Sampah

Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) ditargetkan dikembangkan di puluhan kota sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi hingga puluhan triliun rupiah, dengan kapasitas listrik potensial mencapai ratusan megawatt.

Selain menghasilkan energi, proyek ini juga diharapkan menekan emisi karbon, mengurangi volume sampah di TPA, dan membuka lapangan kerja baru. Dengan demikian, proyek WtE bukan hanya solusi energi, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang luas.

Tantangan Biaya dan Dukungan Kebijakan

Biaya produksi energi dari WtE masih relatif lebih tinggi dibanding energi konvensional. Karena itu, dukungan kebijakan sangat diperlukan, termasuk skema harga listrik yang menarik dan mekanisme pembiayaan yang memudahkan investor.

“Ini perlu dukungan bersama, baik dari sisi kebijakan maupun kolaborasi antarpemangku kepentingan agar proyeknya bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujar Muliaman. Kebijakan yang tepat akan memastikan proyek WtE dapat berkembang, sekaligus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan energi dan profitabilitas investor.

Peran Sovereign Wealth Fund dalam Energi Berbasis Sampah

Sebagai sovereign wealth fund Indonesia, Danantara memiliki peran penting dalam mengelola aset negara, khususnya dari BUMN, untuk diinvestasikan di sektor strategis.

Pengelolaan aset yang lebih produktif ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan mendukung transisi energi menuju bauran energi baru terbarukan (EBT).

“Tujuannya adalah menciptakan mesin pertumbuhan baru melalui investasi yang produktif, termasuk di sektor energi berbasis sampah,” kata Muliaman. Dengan pendekatan ini, proyek WtE bukan hanya sekadar energi, tetapi juga pendorong ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Kontribusi Terhadap Target Energi Bersih dan Net Zero

Pengembangan WtE sejalan dengan target Indonesia meningkatkan porsi EBT dan mencapai net zero emission pada 2060. Dukungan investasi yang kuat dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan, bersama keterlibatan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.

Dengan platform investasi yang disiapkan Danantara, percepatan pembangunan proyek WtE dapat dilakukan secara efektif. Hal ini tidak hanya meningkatkan kapasitas energi nasional, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan dari sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Dampak Sosial-Ekonomi dan Lingkungan

Keberhasilan proyek WtE memberikan dampak multidimensi. Energi yang dihasilkan membantu ketahanan energi nasional, mengurangi tekanan TPA, menciptakan lapangan kerja, dan menekan emisi karbon.

Proyek ini menjadi contoh kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang berhasil memadukan keberlanjutan lingkungan, inovasi teknologi, dan manfaat ekonomi. Kota-kota yang terlibat dalam proyek ini akan memperoleh manfaat langsung dari pengelolaan sampah yang lebih modern dan produktif.

Danantara melalui platform investasi energi berbasis sampah menegaskan komitmennya mendukung transisi energi bersih di Indonesia. Kolaborasi, dukungan kebijakan, dan keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan proyek WtE.

Langkah ini tidak hanya menyediakan energi terbarukan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi dan sosial signifikan. Dengan pendekatan strategis ini, pengembangan energi berbasis sampah dapat menjadi pilar baru ketahanan energi nasional dan bagian dari target EBT serta net zero emission pada 2060.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index