Kemenperin Perkuat Kerja Sama Industri Strategis Lewat INNOPROM 2026

Senin, 22 Juni 2026 | 18:27:02 WIB
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen memperkuat kemitraan strategis dengan Rusia dan kawasan Eurasia melalui partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country dalam pameran INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli mendatang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa langkah ini bertujuan mengubah fondasi kuat hubungan bilateral menjadi kerja sama industri yang lebih konkret dan berkelanjutan. 

"INNOPROM 2026 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan investasi, serta membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak," ujar Agus, Senin (22/6/2026).

Indonesia akan menempati paviliun nasional seluas 1.500 meter persegi dengan mengusung tema Navigating Industrial Futures. Paviliun tersebut akan memamerkan lima sektor unggulan: industri agro dan pengolahan pangan, kimia dan farmasi, manufaktur khusus, manufaktur lanjutan, serta kawasan industri dan investasi.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 1,876 miliar dolar AS pada 2025, serta investasi Rusia di Indonesia sebesar 262,8 juta dolar AS. 

Penguatan ini kian diperkokoh dengan penandatanganan kesepakatan Indonesia–Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA).

Beberapa kerja sama nyata telah dirintis, seperti rencana kerja sama PT PAL Indonesia dengan Rosato terkait pembangkit listrik tenaga nuklir terapung, serta kolaborasi antara Pupuk Indonesia dan Uralchem. 

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Tri Supondy, menegaskan bahwa kehadiran Indonesia bukan sekadar perkenalan, melainkan titik awal kemitraan jangka panjang di kawasan Eurasia.

Terkini