Mundur dari Jabatan Jampidsus, Ini Profil Lengkap Febrie Adriansyah

Mundur dari Jabatan Jampidsus, Ini Profil Lengkap Febrie Adriansyah

JAKARTA - Pihak kepolisian melakukan tindakan penggeledahan di 12 lokasi berbeda yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan kasus korupsi, tindak pidana pencucian uang, serta praktik suap. Dalam rangkaian operasi tersebut, petugas turut menyita 16 paket berisi mata uang asing dengan nilai mencapai Rp7,2 miliar yang didapatkan dari sebuah tempat penukaran uang.

Seluruh barang bukti tersebut kini telah disita dan dibawa ke markas kepolisian untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Pada saat yang bersamaan, langkah pengamanan yang cukup ketat dilakukan oleh personel TNI di kediaman dinas pejabat terkait yang berlokasi di kawasan Radio, Kramat Pela, Jakarta Selatan.

Pihak berwenang dari unsur militer memastikan bahwa pengawalan ketat di rumah mewah tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan isu-isu luar yang saat ini sedang berkembang di masyarakat. Hal ini termasuk rumor mengenai penggeledahan sebuah kafe di kawasan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

"Adapun penggeledahan oleh Polri terhadap sejumlah lokasi, hal tersebut merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri," isi konfirmasi mengenai pemisahan penanganan perkara hukum tersebut.

Nama figur penegak hukum senior ini seketika mencuat dan menjadi pusat perhatian masyarakat luas. Sebagai salah satu figur jaksa senior yang sempat menduduki posisi strategis di Korps Adhyaksa, rekam jejaknya di dunia hukum tercatat sangat panjang.

Figur penegak hukum tersebut lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968, namun menghabiskan sebagian besar masa kecil hingga usia remaja di wilayah Jambi. Langkah akademisnya dimulai dengan menempuh pendidikan tinggi pada Fakultas Hukum Universitas Jambi hingga berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1992, sebelum akhirnya melanjutkan studi pascasarjana hingga meraih gelar doktor hukum dari Universitas Airlangga.

Awal mula perjalanan kariernya sebagai seorang jaksa dirintis sejak tahun 1996 di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Kerinci, Jambi. Di tempat penugasan pertamanya tersebut, ia mengawali pengabdian sebelum akhirnya dipercaya untuk mengemban posisi sebagai Kepala Seksi Intelijen hingga terus mendapatkan promosi jabatan.

Seiring berjalannya waktu, berbagai posisi krusial di lingkungan kejaksaan pernah berhasil didudukinya, antara lain: Kepala Kejaksaan Negeri Bandung Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur

Selanjutnya pada 29 Juli 2021, ia resmi dilantik untuk mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Posisi tersebut dijabat selama kurang lebih lima bulan, sebelum akhirnya mendapatkan promosi besar untuk menduduki posisi sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus sejak 5 Januari 2022.

Sepanjang masa pengabdiannya di struktur kedeputian tersebut, ia tercatat pernah ikut menangani serta membongkar berbagai macam kasus megakorupsi yang menyita perhatian publik nasional, di mana salah satu di antaranya adalah perkara korupsi besar yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya serta PT Asabri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index