JAKARTA - PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) memfokuskan arah investasinya pada jajaran perusahaan yang memiliki fundamental kokoh, ditandai oleh unit economics yang sehat, keunggulan produk dan layanan, serta daya tahan permintaan terhadap dinamika siklus ekonomi.
Direktur Utama MCI Ronald Simorangkir memaparkan bahwa sektor-sektor yang kini tengah dicermati mencakup industri konsumsi, layanan kesehatan, serta sektor riil yang menopang rantai pasok secara berkelanjutan.
“Strategi peningkatan penyaluran kami tempuh melalui pelaksanaan pencarian calon Pasangan Usaha yang lebih tepat sasaran, kolaborasi dengan berbagai komunitas pebisnis, serta sinergi ekosistem Bank Mandiri untuk meningkatkan bankability pasangan usaha,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Ronald menguraikan bahwa industri modal ventura saat ini menghadapi tantangan berupa surutnya minat investor asing serta terbatasnya ruang divestasi yang berdampak pada penundaan realisasi investasi.
Di samping itu, tantangan turut bersumber dari ranah makroekonomi, mencakup lonjakan inflasi, serta pergerakan suku bunga dan nilai tukar yang tecermin pada nilai investasi maupun pendapatan Pasangan Usaha.
“Kami menghadapinya dengan penerapan kriteria dan proses investasi yang lebih ketat, peningkatan kapabilitas SDM MCI, menghindari transaksi benturan kepentingan, pengelolaan portofolio yang aktif, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko sebagaimana didorong OJK,” ucap Ronald.
Kendati demikian, Ronald menegaskan bahwa MCI tetap memandang prospek industri modal ventura ke depan relatif positif meski bergerak dalam ritme moderat.
Data OJK yang memperlihatkan adanya kontraksi laba sebesar 5,01 persen YoY di tengah naiknya pembiayaan dinilai menandakan bahwa industri sedang berada dalam tahap konsolidasi kualitas, alih-alih pelemahan secara struktural.
Ia menambahkan bahwa pendorong utama pertumbuhan industri ini adalah bergesernya fokus pemodalan menuju pasangan usaha yang terbukti mampu mencetak laba secara riil.
Faktor pendukung lainnya meliputi rencana penyempurnaan POJK 25/2023 yang berpotensi memberikan ruang fleksibilitas lebih bagi pelaku industri, serta makin tereduksinya pebisnis sektor riil dalam memanfaatkan skema pendanaan dari Perusahaan Modal Ventura.